Selasa, 21 Desember 2010

KEWASPADAAN TERHADAP PENGAJARAN DAN PEMBERITAAN INJIL YANG BERBEDA

Jerry H M Sumanti

Awasilah dirimu sendiri dan ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dansemua orang yang mendengar engkau (1 Timotius 4:16 TB – LAI 1999).

Bagian Alkitab di atas adalah suatu peringatan yang ditulis oleh Rasul Paulus yang disampaikan kepada anak didiknya Timotius sebagai peringatan untuk waspada terhadap pengajaran yang salah. Paulus mengingatkan dan meneguhkan Timotius untuk memelihara kesaksian hidup sebagai orang percaya dan waspada terhadap bahaya pengajaran yang salah.

Dari ayat Alkitab tersebut di atas, beberapa hal penting untuk diperhatikan baik oleh Timotius sendiri maupun kita semua orang percaya yang hidup di zaman modern sekarang yang semakin banyak orang tidak takut terhadap Tuhan yakni,

1. Menjaga kemurnian kesaksian kehidupan percaya secara pribadi (1 Timotius 5:22).

2. Menjaga kemurnian dan kebenaran pengajaran dan memberitakan serta mengajarkannya dengan benar dan tepat (2 Timotius 2:15).

3. Kesaksian hidup yang benar akan mempengaruhi orang lain untuk hidup benar.

4. Pengajaran yang benar, menghindarkan kita dan orang lain dari pengajaran yang salah.

Dalam keseluruhan surat Timotius Paulus menyebut ada banyak ajaran yang salah yang berkembang dan merusak kehidupan pelayanan yang dipimpin oleh Timotius dan kawan-kawannya Bahkan Paulus dengan sangat terbuka menyebut beberapa orang yang telah terseret oleh pengajaran yang salah.

Paulus menyebut mereka sebagai orang yang telah menolak hati nurani yang murni dan kandas iman (1 Timotius 1:19; 6:21).

Orang-orang yang disebut Paulus yakni,

1. Himeneus dan Alexander, yang menjadi penghujat (1 Timotius 1:19).

2. Himeneus dan Filetus, orang-orang yang bersilat kata dan memberitakan kebohongan serta mengajarkan pengajaran yang salah (2 Timotius 2:16-18).

3. Orang-orang yang mengikuti jejak Yanes dan Yambres, yang menyusup dan menjerat orang-orang lemah, dan menentang kebenaran (2 Timotius 3:1-9).

4. Demas yang mencintai dunia (2 Timotius 4:10).

5. Alexander, tukang tembaga yang banyak berbuat jahat penentang ajaran yang benar (2 Timotius 4:14).

6. Dan masih banyak yang lain yang nama-namanya tak disebut oleh Paulus yang Paulus sebut sebagai orang-orang yang memalingkan telinga dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng (2 Timotius 4:4)

Surat ini secara pribadi ditujukan kepada Timotius sebagai seorang pelayan di Jemaat Efesus, sebagai peringatan kepadanya untuk selalu waspada terhadap orang-orang yang datang dan mengajarkan pengajaran yang salah. Paulus melukiskan bahwa orang-orang yang datang menyusup dan mengajarkan ajaran yang salah dan bahkan orang-orang dalam yang terlibat sebagaimana telah disebutkan di atas adalah sebagai serigala-serigala yang ganas yang datang untuk memporak-porandakan kehidupan berjemaat (Kisah Para Rasul 20:29-30).

Walaupun secara khusus surat tersebut ditujukan kepada Timotius dan Jemaat Efesus pada zamannya, tetapi secara prinsip dan mengglobal dan bagian dari Alkitab Firman Allah yang menjadi otoritas mutlak bagi kehidupan percaya, maka nasehat yang diberikan kepada Timotius dan Jemaat di Efesus tersebut berlaku dan mesti menjadi perhatian yang besar bagi kehidupan percaya baik secara pribadi maupun dalam kehidupan pelayanan dan berjemaat.

Pengajaran yang benar hanya dapat kita peroleh melalui ketekunan pembelajaran akan Alkitab Firman Allah. Perhatikan apa yang ditulis Rasul Paulus kepada Timotius, “Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supaya diakui Allah sebagai orang yang layak bekerja baginya. Berusahalah supaya engkau tidak malu mengenai pekerjaanmu, melainkan mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah” (2 Timotius 2:15, BIS – LAI 1993). “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu (2 Timotius 3:14, TB – LAI 1999)”. “Semuanya ini haruslah engkau ajarkan dan nasehatkan (1 Timotius 6:2B, BIS – LAI 1993)”. “Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat – yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus – dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita (1 Timotius 6:3, TB – LAI 1988), adalah orang yang sombong dan tidak tahu apa-apa (1 Timotius 6:4, BIS – LAI 1993).”

Awasilah dirimu sendiri dan ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau (1 Timotius 4:16, TB – LAI 1999).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar