Selasa, 21 Desember 2010

INJIL ANUGERAH (KASIH KARUNIA): INJIL TANPA PERBEDAAN

JERRY H M SUMANTI

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asalkan aku dapat dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberitakan tentang Injil Anugerah Allah. (Kisah Para Rasul 20:24 – TB LAI 1999).

Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:8-10 – TB LAI 1999).


ARTI KATA

Kata “Injil” diterjemahkan dari kata Yunani (Koine) euangelion, yang artinya adalah “Kabar Baik” atau “Berita Sukacita”. Injil dalam pengertian umum adalah sebutan bagi Alkitab dan terutama untuk 4 kitab pertama dalam Perjanjian Baru, namum secara khusus pengertian Injil yang dimaksudkan di sini adalah berbicara tentang kabar baik atau berita kesukaan yang adalah bagian dari isi Alkitab itu sendiri.

Sedangkan Anugerah atau Kasih Karunia (Alkitab TB LAI 1999 mengganti terjemahan kata Kasih Karunia ini dengan kata Anugerah) diterjemahkan dari kata Yunani (Koine) kharis, yang artinya adalah “Pemberian atau penghargaan yang diberikan kepada orang yang tidak layak menerimanya dan mau menerimanya, yang diberikan dengan cuma-cuma tanpa syarat lain kecuali percaya saja (Kemurahan hati Allah yang diberikan kepada manusia, terlepas dari nilai atau jasa-jasa atau perbuatan mereka yang menerimanya, yang seharusnya tidak pantas menerimanya).”



INJIL ANUGERAH: INJIL TANPA PERBEDAAN

Injil Anugerah dapat berarti Kabar Baik atau Berita Sukacita dalam kaitan dengan keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma yang diterima hanya oleh percaya saja. Anugerah diberikan kepada manusia yang berdosa yang seharusnya dihukum di dalam neraka, tetapi karena Allah mengasihi manusia dan tidak menghendaki seorangpun untuk binasa (2 Petrus 3:9) sehingga Ia rela berkorban, datang ke dalam dunia ini dalam rupa manusia (Yesus Kristus) dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan akibatnya (Roma 5:1-11, Filipi 2:1-11), dan siapa yang percaya ia beroleh selamat hidup kekal dengan cuma-cuma.

Injil Anugerah adalah istilah yang digunakan dan yang diberitakan oleh Rasul Paulus untuk menjelaskan dan menegaskan tentang kabar baik atau berita sukacita tentang karya Allah akan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus yang diberikan secara cuma-cuma kepada semua orang (yang percaya), secara khusus dalam dispensasi Anugerah ini tanpa ada perbedaan.

Sebelumnya Yesus sendiri dan para Rasul yang lain (Petrus dan kawan-kawan), memberitakan Injil yang terfokus hanya kepada orang Israel saja, yang disebut sebagai Injil Kerajaan (mis. Matius 4:23, 9:35, 10:5-7, 24:14, Markus 1:39, Lukas 4:44). Berita tentang Injil Kerajaan terfokus kepada bangsa Israel, karena janji kepada mereka sebagai pemulihan Kerajaan Israel dan menyangkut keselamatan jasmani maupun rohani. Oleh sebab itu kepada para Rasul disertai dengan karunia-karunia mengadakan tanda mujizat dan kesembuhan. Hal tersebut berlangsung sampai pemanggilan khusus bagi Rasul Paulus dan penolakan bangsa Israel terhadap program Allah tersebut (Kisah Para Rasul 9:15-16, 13:44-47), dan secara bertahap pada akhirnya semua karunia-karunia khusus tersebut berakhir (1 Korintus 13:8-13, 2 Korintus 12:7-10, 1 Timotius 5:23, 2 Timotius 4:20).

Sedangkan Injil yang diberitakan Rasul Paulus, yakni Injil Anugerah dalam dispensasi ini adalah berita tentang keselamatan rohani dalam mana manusia terhindar atau diselamatkan dari hukuman maut (kekal), bukan berbicara tentang keselamatan jasmani di dunia ini. Perhatikan penjelasan Paulus dalam Roma 8:18-25 yang menjelaskan bahwa orang percaya di dunia ini secara jasmani mengalami berbagai penderitaan dan kelemahan jasmani, namun secara rohani sudah diselamatkan.

Injil Anugerah yang diberitakan Rasul Paulus tidak hanya terbatas kepada satu bangsa atau golongan saja, tetapi kepada semua orang, tidak ada perbedaan (Roma 10:10-13, 1 Korintus 12:12-13, Efesus 1:9, 2:11-22).


ISTILAH-ISTILAH LAIN YANG DIBERIKAN UNTUK INJIL ANUGERAH.

Istilah-istilah lain yang digunakan Paulus untuk menjelaskan akan Injil Anugerah adalah,

1. Injilku (Roma 2:16, 16:25, 2 Timotius 2:8).

2. Injil Kristus (Roma 15:19, 1 Korintus 9:12, 2 Korintus 2:12, 9:13, 10:14, Galatia 1:7, Filipi 1:27, 1 Tesalonika 3:2).

3. Injil Damai Sejahtera (Efesus 6:15).

4. Injil Anak-Nya (Roma 1:9).

5. Injil Allah (Roma 1:1, 15:16, 2 Korintus 11:7; 1 Tesalonika 2:2, 8-9)

6. Injil untuk orang-orang tak bersunat (Galatia 2:7).

7. Injil Keselamatanmu (Efesus 1:13).

8. Injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4:4).

9. Injil dari Allah (1 Timotius 1:11).


POKOK-POKOK PENEKANAN PEMBERITAAN INJIL ANUGERAH.

Pokok-pokok yang ditekankan oleh Rasul Paulus dalam pemberitaan Injil Anugerah ini adalah,

1. Kebutuhan akan keselamatan (Roma 3:10, 23, 5:12, Efesus 2:1, 5).

2. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:16-17).

3. Anugerah Allah (Roma 3:24, Efesus 2:8-9, Titus 3:5-7).

4. Salib Kristus (1 Korintus 1:17-18, Galatia 6:14, Kolose 1:20).

5. Darah Kristus (Kisah Para Rasul 20:28, Roma 3:25, 5:9, Efesus 1:7, Kolose 1:14, Ibrani 9:22).

6. Kematian, Penguburan, dan Kebangkitan Tuhan Yesus (Roma 6:1-4, Roma 10 : 9, 1 Korintus 15 : 1 - 4, 54 – 58, 2 Korintus 5:15).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar