Senin, 10 Januari 2011

PENGHAKIMAN


Jerry H. M. Sumanti 


 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 2 Korintus 5:10

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. Ibrani 9:27

Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Wahyu 20:11-13

 

PENDAHULUAN

 Banyak orang gagal menyadari pentingnya doktrin ini sehingga mereka acuh tak acuh terhadap doktrin ini. Kita seringkali hanya berpikir tentang Allah, sebagai Allah yang memiliki kasih yang tak terhingga, yang memberikan Anak-Nya mati bagi manusia, tetapi kita lupa bahwa penghakiman adalah merupakan penyataan keadilan-Nya kepada semua orang baik bagi orang percaya maupun orang yang tidak percaya. Semua yang dilakukan dalam kehidupan ini akan dipertanggungjawabkan kemudian.
Tulisan ini secara khusus membahas tentang doktrin yang Alkitabiah tentang Penghakiman yang meliputi penghakiman bagi orang percaya dan yang tidak percaya dalam dispensasi-dispensasi.

A.    ARTI.
Baik bahasa Ibrani maupun bahasa Yunani me-nyatakan:
  1. Penampakan bukti.
  2. Pelaksanaan putusan pengadilan.
  3. Kadang-kadang menunjukkan pemberian atau penahanan pahala, tetapi selalu me-mikirkan tentang pengadilan dan keputusan menurut pandangan hukum.

B.     ALLAH HAKIM YANG AGUNG.
  1. Allah adalah Hakim segenap bumi (Ke-jadian 18:25).
  2. Tuhan hakim itu (Hakim-hakim 11:27).
  3. Ia telah menyiapkan tahta-Nya untuk peng-hakiman (Mazmur 9:7).
  4. Tuhan hakim yang benar – Allah yang menghakimi semua (2 Timotius 4:8; Ibrani 12:23).
  5. Ngeri benar kalau jatuh ke tangan Allah yang hidup (Ibrani 10:32).

C.    HAK PENGHAKIMAN.
Hak penghakiman diserahkan penuh kepada Anak (Tuhan Yesus Kristus)
  1. Semua penghukuman telah diserahkan kepada Anak (Yohanes 5:22).
  2. Semua otoritas diberikan kepada-Nya (Yohanes 5:27)
  3. Kristus yang ditentukan Allah menjadi Hakim bagi orang yang hidup dan yang mati (Kisah Rasul 10:42)
  4. Telah menentukan satu hari di mana Ia akan menghakimi dunia dalam kebenaran oleh seseorang yang telah ditentukan-Nya (Kisah Rasul 17:31)
  5. Tuhan Yesus Kristus yang akan menghakimi orang-orang yang hidup dan yang mati (2 Ti-motius 4:1).
  6. Kursi pengadilan Kristus (Roma 14:10; 2 Ko-rintus 5:10).

D.    KETENTUAN DATANGNYA PENGHAKIMAN.
  1. Ditentukan bahwa manusia satu kali akan mati kemudian sesudah itu penghakiman (Ibrani 9:27).
  2. Setiap kata-kata sia-sia yang diucapkan orang akan dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Matius 12:36)
  3. Menyimpan orang jahat untuk hari pengha-kiman (2 Petrus 2:9; 3:7).
  4. Allah akan menghakimi dunia (Roma 3:6).
  5. Mereka yang jahat akan bangkit untuk dihukum (Yohanes 5:29)
  6. Menghakimi orang yang hidup dan yang mati (Kisah 10:42; 2 Timotius 4:1; 1 Petrus 4:5).
  7. Berpikirkah engkau, apakah engkau akan sanggup luput dari hukuman Allah? (Roma 2:3).
E.     HUKUMAN BAGI DOSA YANG DULU DARI ORANG-ORANG PERCAYA.
Dosa-dosa kita sebagai orang-orang percaya, sekali kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka dosa-dosa tersebut sudah dipikul/dikerjakan di kayu salib.

  1. Ia telah dihukum sebab dosa-dosa kita 2 Korintus 5:21.
  2. Oleh karena penghukuman Kristus, Ia telah mempersembahkan diri-Nya untuk menanggung dosa-dosa kita semua Ibrani 9:27-28.
  3. Ia memikul (menanggung) dosa-dosa kita di kayu salib 1 Petrus 2:24.
  4. Kita yang percaya pada-Nya tidak akan di-hukum Yohanes 3:18; 5:24; Roma 8:1.
  5. Kita berdiri di hadapan Allah “dibenarkan dari segala hal” Kisah Rasul 13:39; Roma 5:9.
  6. Kita diterima di dalam Dia yang dikasihi-Nya Efesus 1:6.
  7. Kita terlengkap di dalam Dia Kolose 2:10.

F.     TUJUH PENGHAKIMAN MASA YANG AKAN DATANG

Alkitab mencatat ada tujuh penghakiman yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Pengha-kiman orang-orang percaya dalam dispensasi Anugerah akan menjadi bagian yang pertama dari tujuh penghakiman besar tersebut,

  1. Kursi Pengadilan Kristus (2 Korintus 5:10).
Orang-orang percaya dalam dispensasi Anugerah yang akan menghadap Kursi Pengadilan Kristus ini di sorga setelah pengangkatan untuk menerima atau kehilangan upah.

  1. Orang-orang percaya Perjanjian Lama (Daniel 12:1-3).
Semua orang yang percaya dalam Perjanjian Lama akan dibangkitkan dan diberi upah setelah Kedatangan ke dua kali.

  1. Orang-orang Percaya pada masa sengsara (Wahyu 20:4-6)
Orang-orang yang percaya pada Kristus selama masa sengsara dan mati karena iman mereka akan dibangkitkan dan diberi upah pada akhir masa sengsara.

  1. Orang-orang Yahudi Yang hidup pada Keda-tangan Ke dua kali (Yehezkiel 20:34-38).
Semua orang Yahudi yang bertahan dalam masa Sengsara akan dihakimi di padang gurun tepat sesudah Kedatangan ke dua kali. Yang selamat masuk ke dalam Kerajaan, dan yang tidak akan dihukum.

  1. Domba-domba dan kambing-kambing (Matius 25:31-46).
Semua orang bukan Yahudi yang bertahan hidup dalam masa Sengsara akan dihakimi segera sesudah kedatangan ke dua kali, saat Kristus duduk di tahta-Nya yang mulia (Premillenium). Yang selamat (yang percaya – domba) akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun dan yang terhilang (yang tidak percaya/tidak selamat – kambing) akan dilemparkan ke dalam neraka.

  1. Iblis dan Malaekat-malaekat yang jatuh (Wayu 20:10).
Penghakiman terakhir  atas Iblis dan malaekat-malaekat yang jatuh (setan-setan) akan terjadi menjelang akhir kerajaan  Setibu Tahun (Post-millenium).

  1. Tahta Putih Besar (Wahyu 20:11-15)
Kursi Pengadilan Tahta Putih ini di-peruntukkan atas orang-orang yang tidak selamat. Penghakiman ini akan terjadi pada akhir Kerajaan Seribu Tahun (Post-millenium). Mereka akan dihakimi menurut perbuatan mereka dan ke-mudian dilemparkan ke dalam lautan api.

G.    KURSI PENGADILAN KRISTUS.
Kursi Pengadilan Kristus diterjemahkan dari kata bahasa Yunani “Bema” yang artinya kursi pengadilan yang mengacu pada tangga atau landasan yang ditinggikan, dibuat untuk tiga kegunaan utama.
  1. Kursi Pengadilan atau Bema adalah sidang pengadilan di mana orang-orang datang untuk mendapatkan keadilan atas pengaduannya.
  2. Kursi Pengadilan adalah tempat dalam kamp militer di mana komandan melatih disiplin dan memberi perintah kepada pasukan.
  3. Kursi Pengadilan adalah tempat para hakim dalam pertandingan atletik menetapkan peraturan-peraturan dan membagikan hadiah. 

Gambaran ke tiga ini tampaknya merupakan latar belakang utama bagi Takhta (Kursi) Penga-dilan Kristus dalam Kitab Suci. Takhta (Kursi) Pengadilan Kristus adalah tempat di sorga setelah Pengangkatan di mana Kristus akan memberi upah kepada mereka yang telah menyelesaikan per-tandingan dan telah mematuhi peraturan-peraturan dan akan menahan upah dari mereka yang telah berlaku tidak setia.
Takhta (Kursi) Pengadilan Kristus hanyalah bagi orang-orang percaya. Roma 14:10; 2 Korintus 5:10. Sedangkan  untuk orang-orang yang bukan percaya akan diadili oleh Tuhan di Penghakiman Takhta Putih Besar. Wahyu 20:11-15).

Tujuan Pengadilan Kristus:
  1. Tujuan Pengadilan Kristus bukanlah untuk menentukan apakah orang-orang percaya akan masuk ke sorga atau neraka atau untuk menim-bang hukuman atas dosa.
  2. Tujuan Pengadilan Kristus adalah untuk menin-jau dan untuk memberi upah.
a.       Tuhan akan meninjau kehidupan kita. Tinjauan-Nya akan sepenuhnya adil, tidak berat sebelah, menyeluruh, dan penuh kasih karunia. Roma 14:10-12. 2 Korintus 5:10.
b.      Ia akan meninjau pelayanan kita bagi-Nya setelah kita menjadi seorang yang percaya. 1 Korintus 3:13.
c.       Ia akan meninjau kata-kata kita. Matius 12:36.
d.      Ia akan meninjau pikiran-pikiran dan motif-motif kita. Matius 6:1-2. 1 Korintus 4:5, Ibrani 4:13.

  1. Tujuan Pengadilan Kristus adalah untuk memberi upah.
Perjanjian Baru mengfokus pada lima upah atau mahkota spesifik yang akan diterima orang-orang setia di takhta pengadilan.
a.       Mahkota yang Abadi (1 Korintus 9:24-27). Upah bagi mereka yang secara konsisten mempraktikkan disiplin diri dan pengua-saan diri.
b.      Mahkota Kebenaran (2 Timotius 4:8).
Upah bagi mereka yang menanti-nantikan kedatangan Tuhan dan hidup benar karena fakta ini.

c.       Mahkota Kehidupan (Yakobus 1:12, Wahyu 2:10).
Upah bagi mereka yang setia dan tekun menanggung pencobaan-pencobaan dan ujian-ujian kehidupan.
d.      Mahkota Kemegahan (1 Tesalonika 2:19). Upah bagi mereka yang me-menangkan orang-orang bagi Kristus.
e.       Mahkota Kemuliaan (1 Petrus 5:1-4).
Upah bagi para gembala, penatua. Dan gereja yang dengan penuh kasih dan rakmat menggembalakan dan menjadi umat Tuhan.

H.    WAKTU PENGHAKIMAN.
Mengenai waktu penghakiman tidak seorang-pun yang tahu, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa penghakiman itu akan terjadi pada,
  1. Akhir  Dispensasi Anugerah atau awal Masa Sengsara.
Penghakiman ini adalah bagi Gereja Tubuh Kristus, yang pelaksanaannya sesudah kebang-kitan dan pengangkatan gereja-Nya:
a.       Orang percaya yang mati dalam dispensasi ini dibangkitkan terlebih dahulu.
b.      Kemudian bersama-sama dengan orang-orang yang masih hidup diubahkan dalam sekejap dan diangkat menyong-song Tuhan Yesus di angkasa.
c.       Selanjutnya bersama-sama menghadap Kursi Pengadilan Kristus di Bema untuk di hakimi (2 Korintus 5:10).
Penghakiman ini akan terjadi nanti pada akhir Dispensasi Anugerah atau awal Masa Sengsara (Pretribulasi).

  1. Penghakiman pada Masa Sengsara.
Dalam Wahyu 6-16 dideskripsikan da-lam tiga gelombang pelaksanaan pengha-kiman Tuhan. Ketiga hal itu dinyatakan sebagai pembukaan tujuh meterai, peniupan tujuh sangkakala, dan penumpahan tujuh cawan murka Allah.
Peristiwa apa yang akan terjadi di balik ketujuh meterai, sangkakala dan cawan tersebut di atas adalah sangat sesuai dengan pernyataan Kristus dalam Matius pasal 24 sebagai penggenapan nubuatan yang akan terjadi sebelum Tuhan Yesus Kristus datang  kedua kalinya di bumi ini.
Bagi kita orang percaya dalam Dispen-sasi Anugerah ini tidak perlu takut dan kuatir akan peristiwa ini karena kita tidak akan mengalaminya, sebab ketika peristiwa ini terjadi kita sudah diangkat menyong-song Tuhan di angkasa. Kita tidak akan mengalami masa sengsara tersebut.

  1. Penghakiman pada Awal Kerajaan Seribu Tahun.
                Penghakiman ini diperuntukkan bagi orang-orang percaya dalam sepanjang
           Dispensasi dari Adam ampai awal Dispensasi Anugerah dan mereka yang
           percaya dalam Masa Sengsara. Mereka akan masuk dalam Kerajaan Seribu Tahun
           dan memerintah bersama Kristus di sana.

  1. Penghakiman Pada Akhir Kerajaan Seribu Tahun.
a.      Penghakiman Bagi Iblis dan setan-setan.
Penghakiman terakhir bagi iblis dan setan-setan akan terjadi menjelang akhir Kerajaan Seribu Tahun (Wahyu 20:10). Pada menje-lang akhir seribu tahun akan terjadi perang yang disebut Gog dan Magog. Iblis dan setan-setan berusaha memerangi orang-orang kudus dalam Kerajaan Seribu Tahun, tetapi kemudian turun api dari Sorga menghalau mereka ke dalam Lautan Api. Iblis dan setan-setan di hukum untuk selama-lamanya.

b.      Penghakiman Tahta Putih.
Penghakiman atas orang-orang yang tidak selamat, tidak percaya dalam sepanjang masa. Penghakiman ini akan terjadi pada akhir Kerajaan Seribu Tahun. Mereka akan dihakimi di Tahta Putih untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dan kemudian dilem-parkan ke dalam Lautan Api (Wahyu 20:11-15).

c.       Penghakiman Bagi Dunia ini.
Penghakiman ini merupakan pemus-nahan dunia lama ini. Langit, bumi dan segala anasirnya akan dibumi hangus-kan (2 Petrus 3:7, 10-11).


I.       TEMPAT PENGHAKIMAN.

Mengenai tempat pelaksanaan penghakim-an,
  1. Bagi Gereja Tubuh Kristus, Dispensasi Anugerah bertempat di angkasa (di Bema) ketika kita diangkat bertemu Tuhan Yesus Kristus di sana. 1 Tesalonika 4:17: kata “bertemu” dalam ayat ini tidak menun-jukkan pertemuan yang kebetulan saja tetapi pertemuan yang direncanakan.
  1. Pada Masa Sengsara berlangsung di bumi ini
a.       Pada masa itu Allah akan mencurahkan hukuman bagi dunia ini melalui ketujuh merterai, sangkala dan cawan murka Allah.
b.      Melalui peperangan yang disebut Arma-gedon.

  1. Pada Awal dan Akhir Kerajaan Seribu Tahun,
a.       Orang-orang Kudus zaman Perjanjian Lama dan yang bermenang pada masa Sengsara akan terjadi pada awal Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini untuk menerima mahkota, masuk dan memerintah bersama Kristus.
b.      Akhir Kerajaan Seribu Tahun bagi Iblis dan para pengikutnya di bumi ini melalui Gog dan Magog dan kemudian dihalau ke dalam Lautan Api.
c.       Akhir Kerajaan Seribu Tahun bagi orang-orang yang tidak selamat, di Tahta Putih di angkasa. Penghakiman untuk penghukuman.
d.      Pembumi hangusan dunia ini pada akhir Kerajaan Seribu Tahun.

J.      PRINSIP PENGADILAN.
Alkitab memberikan lima prinsip dasar dengan apa Kristus akan mengadili kehidupan kita.
  1. Pengadilan akan berlangsung secara adil (Matius 20:1-16)
  2. Pengadilan akan terlaksana secara menye-luruh (1 Korintus 4:5; Ibrani 4:13)
  3. Pengadilan akan berlangsung seimbang (tidak berat sebelah) (Roma 2:11); Kolose 3:25;  Yakobus 3:1; Ibrani 13:17)
  4. Pengadilan akan berlangsung secara indi-vidual (Roma 14:10, 12).
  5. Pengadilan akan berlangsung dengan penuh kasih karunia (Matius 20:13-15).

K.    PERSIAPAN MENGHADAPI PENGADILAN.
Alkitab memberitahu kita bahwa dari ujian besar bagi kehidupan kita sebagai anak Tuhan akan datang.
Berikut ini daftar beberapa hal utama dalam kehidupan percaya kita yang akan menghadapi ujian ketika kita berdiri di hadapan Tuhan nanti:
  1. Bagaimana kita memperlakukan orang-orang percaya lainnya (Ibrani 6:10; Matius 10:41-42)
  2. Bagaimana kita menggunakan bakat dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita (Matius 25:14:29; Lukas 19:11-26; 1 Korintus 12:4;  2 Timotius 1:6; 1 Petrus 4:10).
  3. Bagaimana kita menggunakan uang kita (Matius 6:1-4; 1 Timotius 6:17-19).
  4. Seberapa baik kita menerima perlakuan salah dan ketidak adilan (Matius 5: 11-12); Markus 10:29-30; Lukas 6:27-28, 35; Roma 8:18; 2 Korintus 4:17; 1 Petrus 4:12-13).
  5. Bagaimana kita menanggung penderitaan dan pencobaan (Yakobus 1:12; Wahyu 2:10).
  6. Bagaimana kita menggunakan waktu kita (Mazmur 90:9-12; Efesus 5:16; Kolose 4:5; 1 Petrus 1:17)
  7. Bagaimana kita berlari dalam perlombaan yang Tuhan adakan bagi kita (1 Korintus 9:24; Filipi 2:16; 3:13-14; Ibrani 12:1).
  8. Seberapa efektifnya kita mengendalikan nafsu kedagingan kita (1 Korintus 9:25-27).
  9. Berapa banyak orang yang kita beri kesaksian dan kita menangkan bagi Kristus (Amsal 11:30; Daniel 12:3; 1 Tesalonika 2:19-20).
  10. Seberapa besarnya makna doktrin pengangkatan bagi kita (2 Timotius 4:8).
  11. Seberapa setianya kita pada Firman Tuhan dan umat Tuhan (Kisah 20:26-28; 2 Timo-tius 4:1-2; Ibrani 13:17; Yakobus 3:1; 1 Petrus 5:1-2; 2 Yohanes 1:7-8).
  12. Seberapa seringnya kita memberi tum-pangan kepada orang asing (Matius 25:35-36; Lukas 14:12-14).
  13. Seberapa setianya kita dalam melakukan pekerjaan kita (Kolose 3:22-24).
  14. Bagaimana kita menggunakan lidah kita (Matius 12:36; Yakobus 3:1-12).
  15. Sejauh maka kita memelihara dengan setia Rahasia Allah (1 Korintus 3:10-14, 4:1-5).
  16. Seberapa besar kesetiaan kita memelihara harta/ milik duniawi yang Tuhan berikan kepada kita. (2 Korintus 8-9).
  17. Seberapa besar kesetiaan menghadapi penderitaan dan pencobaan (2 Timotius 2:12; Roma 8:17; Matius 5:11, 12; Lukas 6:22, 23)
  18. Seberapa besar kasih dan kesetiaan kita terhadap semua manusia (Galatia 6:9-10).


SUMBER-SUMBER:

Baker, Charles F.,  A Dispensational Theology (Grand Rapids Michigan: Grace Bible College Publications, 1980)

Hitchcock, Mark, Bible Prophety (Nubuat Alkitab) (Batam Centre: Gospel Press, 2002)

LaHaye, Tim, Understanding The Last Days (Memahami Hari-hari Akhir) (Batam Centre: Interaksara, 2000)

Ryrie, Charles C., Teologi Dasar, Buku 2 (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1992)

Stanley, Charles, The Glorious Journal (Perjalanan Mulia) Buku dua (Batam Centre: Interaksara, 2000)

Swindoll. Charles R., Cs., The Road To Armagedon (Jalan Menuju Armagedon) (Batam Centre: Interaksara, 2000)

Thiessen, Henry C., Teologi Sistematika (Malang: Gandum Mas, 1992)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar