Jumat, 07 Januari 2011

GOG DAN MAGOG


Jerry H. M. Sumanti




"Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu nasehatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan (1 Tesalonika 5:9-11)."



Alkitab tidak menyebutkan dengan jelas siapa Gog dan Magog. Menurut Hal Linsey sebagaimana dikutip oleh Darmawan S Bone bahwa Gog dan Magog adalah keturunan dari musuh-musuh Israel di masa lampau.[1] Iblis datang kepada mereka, membujuk dan menipu mereka sehingga mereka memberontak terhadap Yesus[2] yang memerintah sebagai raja dalam kerajaan 1000 tahun.
            Menurut Darmawan S Bone bahwa mereka yang memberontak adalah orang-orang yang berumur di bawah 100 tahun. Dalam Yesaya 65:20 kita melihat bahwa pada waktu mencapai umur 100 tahun, seseorang harus mengakui Yesus untuk diselamatkan. Penolakan terhadap Yesus akan menyebabkan mereka mati (“kena kutuk”). Sedangkan yang menerima Yesus akan hidup selama-lamanya. Dari analisa ini, kemungkinan besar seluruh umat yang memberontak adalah mereka yang berumur di bawah 100 tahun yaitu mereka yang belum membuat keputusan untuk percaya kepada Yesus.[3]
            Apa dan Siapakah Gog dan Magog? Dave Hagelberg menjelaskan bahwa dalam Yeheskiel pasal 36-37 dinubuatkan pemulihan umat Israel di tanah Kanaan pada permulaan Kerajaan Messias, dan setelah itu dalam pasal 38-29 dinubuatkan tentang peperangan Gog dan Magog. Menurut Yeheskiel 38:2 Gog adalah raja agung negeri Mesekh dan Tubal. Namun pribadi Gog hanya muncul dalam 1 Tawarikh 5:4, Yeheskiel 38-39 dan Wahyu 20:8. Dalam Kejadian 10:2 dan 1 Tawarikh 1:5 kita membaca bahwa Magog adalah cucu nabi Nuh. Dalam Yehezkiel 38:2 dan 39:6 kita membaca bahwa Magog adalah suku yang bermusuhan dengan umat Allah.[4] 
Kita sudah sering mendengar bahkan mungkin sudah pernah membaca dalam buku-buku bahwa ada beberapa orang yang mempopulerkan mengenai Gog dan Magog dalam kaitan dengan Raja negeri Mesekh dan Tubal bahwa yang dimaksud dengan Mesekh dan Tubal itu adalah Moskwa dan Tobolsh, tetapi menurut Robert H. Mounce Mesekh dan Tubal tersebut bukanlah Moskwa dan Tobolsh melainkan dua suku dalam Anatalia Timur yang juga disebut Moschi dan Tibarin.[5]
            Sedangkan Peter Wongso berpandangan bahwa peperangan Gog dan Magog, hanyalah merupakan diskripsi dengan struktur syair Ibrani yang pararel antara suatu pengungkapan sekali lagi sebagai penegasan[6] Jadi dengan kata lain bahwa peristiwa Gog dan Magog dalam kitab Wahyu ini hanyalah pengulangan atau penegasan peristiwa yang sama yang sudah pernah terjadi berkali-kali dalam Perjanjian Lama sebagai pekerjaan Iblis. Beliau menjelaskan bahwa Allah memperbolehkan Setan untuk melakukan pekerjaannya. Setan keluar untuk menyesatkan umat manusia sudah dimulai dari taman Eden (Kejadian 3). Setan menghasut bangsa-bangsa untuk berperang. Alkitab dengan jelas sudah mencatat  antara lain: Setan menggoda Ahab untuk berperang dan tewas di Ramat- Gilead (bnd 1 Raja-raja 22:20-36). Setan mendesak Daud untuk melakukan sensus pasukan tentaranya, sehingga mendatangkan murka serta penghukuman Allah. Sejumlah 70.000 orang meninggal (bnd 1 Tawarikh 21:1-17). Hanya di dalam Kitab Wahyu saja berulang kali mencatat Setan dan para pengikutnya dilepaskan untuk menggoda bangsa-bangsa terlibat dalam peperangan (Wahyu 9:13-21; 13:1-4, 11-15; 16:12-16; 19:19-21).[7] Beliau melanjutkan bahwa Setan menghimpun bangsa-bangsa, memenuhi seluruh bumi, mengepung perkemahan orang kudus (jemaat), ini sudah dimulai sejak berdirinya jemaat.[8]
            Sedangkan H L Willington menulis bahwa pertempuran yang disebut Gog dan Magog dalam Wahyu 20:8-10 ini tidaklah sama dengan pertempuran yang terdapat dalam Yeheskiel 38 dan 39.[9] Penulis sependapat dengan beliau. Jadi pandangan Peter Wongso tidak tepat.
Memang Setan sudah bekerja dan berperang melawan Allah bukan hanya mulai di Kejadian 3 tetapi sudah dari Surga. Peristiwa di Wahyu ini merupakan peperangan terakhir Setan yang berakhir dengan penggiringannya bersama dengan para pengikutnya menuju ke lautan api.
            Dr. J Vernon Mcgee menulis tentang hal ini sebagaimana dikutip oleh H L Willington bahwa, karena pemberontakan itu dinamakan Gog dan Magog, banyak siswa Alkitab menyamakannya dengan Gog dan Magog yang terdapat dalam Yehezkiel 39 dan 39. Tentu hal ini tidak mungkin, karena konflik-konflik yang digambarkan tidak sama mengenai waktu, tempat, atau para pesertanya, hanya namanya saja yang sama. Penyerbuan dari utara oleh Gog dan Magog yang terdapat dalam Yehezkiel 39 dan 39 mengakhiri damai palsu yang diadakan oleh Antikristus dan menyebabkan Antikristus menunjukkan tangannya di tengah-tengah Masa Siksaan Besar.[10]  Jadi lebih tepat kalau peristiwa Gog dan Magog dalam Yehezkiel 38 dan 39 adalah sama dengan Harmagedon di Wahyu pasal 16.  Beliau melanjutkan bahwa pemberontakan oleh kekuatan-kekuatan yang tidak percaya kepada Tuhan dan yang datang dari utara itu tentu akan begitu berpengaruh pada umat manusia sehingga sesudah 1000 tahun, pemberontakan terakhir oleh manusia menggunakan nama yang sama. Kita telah mengalami situasi serupa itu dalam abad ini. Perang Dunia I begitu menghancurkan sehingga ketika pecah perang lagi di Eropa, perang itu kembali dinamakan ‘Perang Dunia’, hanya berbeda oleh angka 2. Sekarang Perang Dunia III sedang diramalkan! Demikian juga perang dalam Yehezkiel 38 dan 39 adalah Gog dan Magog I sedangkan yang disebut dalam Wahyu 20:8 ini adalah Gog dan Magog II.[11] Pendapat yang sama juga ditulis oleh  Mark Hitchcock. Ia menulis bahwa Yehezkiel 38-39 mendeskripsikan invasi besar Rusia-sekutu terhadap Israel pada Kesusahan yang akan datang. Invasi ini sering dirujuk sebagai invasi Gog dan Magog, menurut gelar pemimpinnya. Satu-satunya tempat lain di mana kata Gog dan Magog muncul dalam Alkitab adalah dalam Wahyu 20:8. Pengulangan ini membuat beberapa orang percaya bahwa bagian-bagian ini mendeskripsikan peristiwa yang sama. Bagaimanapun juga, saya percaya bagian-bagian ini mendeskripsikan dua invasi terpisah, dipisahkan oleh lebih dari seribu tahun.[12]  Mark melanjutkan bahwa ada dua alasan penting mengapa kedua bagian ini seharusnya dianggap berbeda satu dari lainnya[13] yakni,
            Pertama, Yehezkiel 38-39 dituturkan dalam konteks restorasi (pasal 33-39) diikuti dengan deskripsi bait suci kerajaan seribu tahun dan pengorbanan-pengorbanan (pasal 40-48). Invasi dalam Yehezkiel 38-39 merupakan bagian dari pemulihan Israel, yang akan terjadi secara kronologis sebelum Kristus secara resmi mendirikan kerajaan seribu tahun. Dalam Wahyu 20:7-10, peristiwa-peristiwa ini secara kronologis terjadi sesudah Millenium.
            Kedua, pembuangan mayat-mayat dan senjata-senjata merupakan masalah bagi mereka yang hendak menyamakan Gog dan Magog dalam Yehezkiel 38-39 dengan Wahyu 20:7-10. Yehezkiel 39 menyatakan bahwa dibutuhkan waktu tujuh bulan untuk menguburkan mayat-mayat orang yang terbunuh (ayat 12, 14) dan tujuh tahun untuk membakar senjata-senjata bala tentara (ayat 9). Dalam Wahyu 20, peristiwa berikutnya setelah perang Gog dan Magog adalah Penghakiman Tahta Putih Besar (Wahyu 20:11-15). Dalam penghakiman ini semua orang yang tidak selamat akan berdiri di dalam ruang sidang Tuhan dalam tubuh yang dibangkitkan untuk menerima hukuman mereka. Tampaknya tidak logis bagi Israel untuk menghabiskan waktu tujuh bulan menguburkan orang-orang mati dan tidak berapa lama kemudian melihat mereka dibangkitkan keluar dari kubur untuk muncul di hadapan Tuhan.
Jadi walaupun Yohanes sebagai penulis kitab Wahyu ini menggunakan kata-kata Gog dan Magog sebagai singkatan untuk mendeskripsikan apa yang akan terjadi sesudah Kerejaan Seribu Tahun, tetapi ini berbeda dengan yang ditulis dalam Yehezkiel 38 dan 39. Invasi Gog dan Magog dalam Yehezkiel 38-39 akan terjadi pada Masa Kesusahan, sedangkan Gog dan Magog dalam Wahyu 20:7-10 akan terjadi pada akhir Kerajaan Seribu Tahun.
Peperangan Gog dan Magog dalam Wahyu 20:7-10 ini merupakan akhir riwayat perjuangan Setan melawan Allah. Pada awal Kerajaan Seribu Tahun Iblis ditangkap dan diikat kemudian dimasukkan ke dalam jurang maut dikurung selama seribu tahun (Wahyu 20:1-3). Setelah seribu tahun ia dilepaskan untuk sementara waktu dan ia pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru mata angin, mengumpulkan orang-orang yang tidak percaya untuk berperang melawan orang-orang kudus, tetapi api turun dari langit membinasakan orang-orang yang tidak percaya, sedangkan Iblis atau Setan langsung digiring ke dalam Lautan Api sebagai tempat penghukuman untuk selamanya baginya, bagi Antikristus, Nabi Palsu dan orang-orang yang tidak selamat. Gog dan Magog adalah akhir riwayat perjuangan Setan melawan Allah.


[1] Darmawan S. Bone, Memerintah Sebagai Raja (Tenggarong: Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong, 1998), 367.
[2] Idem, 367.
[3] Idem, 367.
[4] Dave Hagelberg, Tafsiran Kitab Wahyu dari bahasa Yunani (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1997), 364.
[5] Robert H. Mounce, The Book of Revelation (Grand Rapids: william B eerdmans Publishing Compani, 1977), 362.
[6] Peter Wongso, Eksposisi Doktrin Alkitab Kitab Wahyu (Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1996), 750.
[7] Idem, 749-750.
[8] Idem, 750.
[9] H L Willington, Eskatologi, Studi Alkitabiah Yang dibutuhkan Tentang Akhir Zaman (Malang: Penerbit Gandum Mas, 1994), 313.
[10] Idem,  313
[11] Idem, 313.
[12] Mark Hitchcock, Bible Prophecy (Nubuat Alkitab)(Batam Centre: Gospel Press, 2001), 400.
[13] Idem, 400-401

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar