Kamis, 06 Januari 2011

MILENIUM (SERIBU TAHUN) MASA PEMERINTAHAN KRISTUS DI BUMI

Jerry H. M. Sumanti

Masa Sengsara berakhir dengan dikalahkannya Setan, Antikristus, Nabi Palsu dan orang-orang tidak percaya. Setan dirantai dan dibelenggu dalam Jurang Maut (Wahyu 20:1-3), Antikristus dan Nabi Palsu langsung dicampakkan ke dalam Lautan Api (19:20), sedangkan orang-orang yang tidak percaya dibunuh (19:21) dan Tuhan Yesus bersama dengan para salehnya turun dari surga (kedatangan kedua kali) dan memerintah dalam dunia ini seribu tahun lamanya.
Kedatangan Yesus yang kedua kali akan mengawali dimulainya dispensasi baru, dispensasi seribu tahun (Millennium – bahasa Latin, Mille – 1000, nium – tahun, Chilias - Yunani) atau biasa kita sebut Dispensasi Kerajaan.Masa sepanjang seribu tahun ini akan membuat keadaan dunia ini menjadi aman dan damai, dunia akan bebas dari segala bentuk kejahatan. Keadaan aman dan damai ini  akan terjadi setelah masa sengsara berakhir, di mana Tuhan Yesus berperang dan mengalahkan musuh-musuh (Matius 24:29-30) dan pada saat kedatangan-Nya menginjakkan kaki di bukit Zaitun dan memerintah sebagai Raja (Daniel 7:13, Zakharia 14:3-4,9, Kisah Para Rasul 1:11-12, Wahyu 20:1-6). Penjelasan tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya diuraikan dalam Wahyu 1:7 dan Wahyu 22:6-17).
Demikian akan terjadi suatu kerajaan damai di atas bumi ini, kerajaan yang aman, tenteram dan damai di bawah pemerintahan Raja Damai yang akan berlangsung selama seribu tahun dan menjelang akhir seribu tahun Iblis akan dilepaskan dari jurang maut, mengembara ke arah empat penjuru bumi dan mengumpulkan serta menyesatkan banyak orang yang tak percaya untuk berperang dengan orang-orang kudus (Perang Gog dan Magog – topik ini dibahas pada tulisan tersendiri), Namun Tuhan menurunkan api dari langit dan menghalau Iblis ke dalam Lautan Api tempat penghukuman yang kekal baginya dan bagi para pengikutnya dan para pengikutnya dihanguskan dengan api yang turun dari surga (Wahyu 20:7-10).
Orang-orang yang akan memasuki masa seribu tahun ini ialah, semua orang yang terluput dari masa sengsara karena percaya kepada Injil Kerajaan yang diberitakan pada waktu itu dan menolak menyembah Antikristus dan nabi palsu. Dan orang-orang yang percaya yang sudah mati terdahulu (dalam dispensasi-dispensasi sebelumnya dan yang mati pada masa sengsara, sedangkan orang-orang percaya dalam dispensasi Anugerah tidak termasuk di sini karena sudah dibangkitakan dan diangkat ke surga sebelum masa sengsara) dibangkitkan pada kebangkitan pertama (Wahyu 20:4). Orang-orang yang tidak percaya yang sudah mati pada setiap dispensasi tidak akan dibangkit pada kebangkitan pertama ini dan nantinya mereka akan dibangkitkan pada akhir seribu tahun (kebangkitan kedua) dan menghadap Tahta Putih untuk menerima penghukuman kekal bersama dengan Iblis bapa mereka di lautan api (Wahyu 20:5, 13-15). 
Seperti telah dijelaskan di atas bahwa keadaan dalam masa seribu tahun ini adalah aman, tentram dan damai. Dunia akan bebas dari segala bentuk kejahatan karena Tuhan Yesus, Raja Damai yang memerintah dunia ini. Kerajaan Damai ini adalah kerajaan yang diperuntukkan bagi bangsa Israel. Kerajaan yang merupakan penggenapan nubuatan atau janji yang diberikan kepada bangsa Israel. Namun kerajaan ini bukan diperoleh Israel melalui perjuangan melawan musuh-musuhnya seperti terjadi sepanjang sejarah dan yang sedang terjadi sampai sekarang ini. Kerajaan ini diperuntukkan bagi Israel, tetapi bukan Israel yang menolak Messias melalinkan bagi Israel yang bertobat yang berpaling kepada Allah selama masa Sengsara Besar dan mereka akan menyambut kedatangan Tuhan Yesus Sang Messias yang akan memerintah menjadi Raja atas mereka. Rasul Paulus menulis bahwa Israel yang akan menerima Kerajaan ini bukanlah Israel yang tidak taat dan yang senantiasa membantah Tuhan (Roma 10 -11).
Bagaimana dengan bangsa-bangsa lain? Kesempatan bagi bangsa-bangsa lain untuk percaya adalah dalam dispensasi sekarang ini (dispensasi Anugerah). Perhatikan lagi Roma 10-11, di mana ada masanya akan berakhir. Gereja, Tubuh Kristus akan diangkat (1 Tesalonika 4:13-18, 2 Tesalonika 2:1-12) dan dilanjutkan dengan masa Sengsara (Matius 24, 1 Tesalonika 5:1-11) sebagai masa pemulihan bagi Israel dan penghukuman bagi bangsa-bangsa lain. Dalam Masa Sengsara ini sebagaimana telah dijelaskan lalu bahwa kepada semua orang diberikan kesempatan untuk bertobat, percaya dan diselamatkan, namun keselamatan itu harus dipertahankan (Siapa yang bertahan sampai akhir akan selamat). Dalam masa itu ada 144.000 orang pilihan dari 12 suku banga Israel (Wahyu 7:1-8) dan dua saksi Tuhan akan menyaksikan kebenaran (Wahyu 11). Dalam Masa Sengsara Tuhan tidak mengabaikan bangsa-bangsa lain. Kesempatan terakhir diberikan kepada semua orang untuk bertobat, namun melihat penjelasan Alkitab tentang keadaan masa itu maka sangatlah sulit orang menjadi percaya, terutama bangsa-bangsa lain, karena masa itu adalah masa untuk pemulihan Israel. Semua orang yang bertobat, percaya dan bertahan dalam masa itu termasuk bangsa-bangsa lain (Zakharia 14;16-21) akan memasuki Kerajaan Damai yang akan berlangsung selama Seribu Tahun di bumi ini di mana Tuhan Yesus sendiri yang menjadi Raja memerintah dunia ini. Pada masa itu tidak akan ada lagi peperangan (Yesaya 2:4). Kesejahteraan materi dan rohani di bumi akan dipulihkan (Yesaya 61, Yesaya 62, Yesaya 65, Yehezkiel 36, Zakharia 8:12). Tidak ada lagi kutukan dan tangisan, , manusia akan berumur panjang walalupun mereka yang tidak percaya karena pada waktu itu akan ada orang yang tidak percaya, dan akan ada banyak anak-anak (Yesaya 65:19-20, Zakharia 8:4-5).
Akhir Kerajaan Seribu Tahun, Iblis dibuang ke Lautan Api, Orang-orang tidak percaya dari sepanjang kehidupan di bumi ini menghadap Tahta Putih Besar untuk diadili dan menerima hukuman kekal (Wahyu 20:11-15). Langit dan bumi serta seluruh anasirnya dimusnahkan (2 Petrus 3:10-13), dan diganti dengan langit baru, bumi baru dan Yerusalem Baru (Wahyu 21:1-22:5). Kehidupan memasuki masa kekekalan. Kehidupan kekal di Surga, Kehidupan kekal di Bumi baru dan kehidupan kekal di Lautan Api (Neraka).


2 komentar:

  1. Terimakasih, biarlah semuanya menjadi kemuliaan Tuhan Yesus.
    Tuhan Yesus memberkati.

    BalasHapus