Kamis, 30 Desember 2010

KEALLAHAN (OKNUM DAN KARYA YESUS KRISTUS (KEDATANGAN YESUS KRISTUS KEMBALI)

Jerry H M Sumanti
  



A.    PEDAHULUAN 

Dalam pelajara yang lalu tentang Oknum  dan karya Yesus Kristus, kita sudah mempelajari akan keberadaan, sifat dan karya yang besar yang telah dilakukan-Nya bagi kehidupan manusia. Dia adalah Allah yang menjadi manusia, mati di kayu salib karena dosa manusia dan Dia bangkit dari kematian memberi keselamatan dan kemenangan bagi yang percaya kepada-Nya. Kemudian Dia kembali ke surga, namun berjanji akan datang kembali.
Dalam bagian ini kita akan mempelajari mengenai janji kedatangan-Nya kembali sebagaimana diajarkan Alkitab. Rangkuman dari Alkitab bahwa, “Kedatangan Yesus Kristus Kembali bagi Gereja-Nya adalah sebelum Masa Sengsara Besar (Pretribulasi), sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillenial)dan kelihatan, Dia akan datang menyambut Gereja-Nya dan sesudah itu, Dia akan memerintah dalam Kerajaan Millenial-Nya (1 Tesalonika 4:13-18; Wahyu 19:11-21; 20:1-10).

B.     KEDATANGAN KRISTUS
Kita mempercayai bahwa Kristus pasti akan datang. Itu adalah bagian dari Pernyataan Iman kita sebagaimana dijelaskan dalam Alkitab. Kedatangan Kristus merupakan satu pengharapan yang pasti bagi setiap orang percaya, setiap orang percaya akan dimuliakan (2 Korintus 4:18, Titus 2:13). Dalam pelajaran ini dijelaskan tentang peristiwa penyataan dan tujuan kedatangan Kristus sebagaimana dijelaskan dalam Alkitab. Namun sebelumnya sepintas mari kita melihat kembali peristiwa kedatangan Kristus yang pertama.
Kedatangan-Nya merupakan kelanjutan dari penggenapan tujuan kedatangan-Nya yang pertama. Tujuan kedatangan-Nya yang pertama adalah:
1.      Untuk menyelamatkan manusia dari dosa (Matius 1:21).
2.      Untuk memberikan hidup kepada orang yang percaya kepada-Nya (Yohanes 10:9-10).
3.      Untuk memberi damai sejahtera bagi orang yang berkenan kepada-Nya (Lukas 2:14).
4.      Untuk menyertai orang percaya (IMANUEL)(Matius 1:23).
5.      Untuk memenuhi janji-Nya sebagai Mesias (Yohanes 4:25-26).
6.      Untuk membawa pemisah antara yang percaya dan yang tidak percaya (Lukas 12:49).

Namun kedatangan-Nya yang pertama itu ditolak (Yohanes 1:11, Kisah Rasul 3:14), bahkan Dia mengalami penganiayaan dan digiring sampai mati dibunuh di kayu salib. Kematian-Nya merupakan puncak penebusan dosa bagi semua orang, dan yang percaya kepada-Nya mempero­leh penebusan (1 Korintus 15:3). Dia mati namun bangkit pula dari antara orang mati sebagai tanda kemenangan (Kisah 2:14).
Setelah itu Dia terangkat ke surga dengan suatu janji bahwa Dia akan datang kembali. Penawaran pembentukan Kerajaan tetap diberitakan walaupun Dia telah terangkat ke surga. Puncak penolakan orang-orang Yahudi terjadi pada saat mereka merajam Stefanus yang penuh dengan kuasa Roh Kudus dan penolakan pemberitaan Paulus. Pembentukan Kerajaan ditunda, karena Allah merobah program-Nya melalui Rasul Paulus.
Janji Allah tentang Kerajaan di bumi di mana Kristus yang akan menjadi Raja akan digenapi setelah program yang baru yang dipercayakan kepada Rasul  Paulus berakhir.

C.    PERNYATAAN TENTANG KEDATANGAN YESUS KRISTUS

Kapankah sebenarnya Yesus Kristus akan datang? Alkitab sama sekali  tidak menentukan waktu dan masanya, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui ataupun dapat memastikannya. Penentuan akan saat yang pasti merupakan penyimpangan  dari Firman Tuhan dan hanyalah akan membawa kekecewaan dan kehancuran (2 Petrus 2:1).
Pernyataan  Allah mengenai  kedatangan  Yesus Kristus telah diberikan di dalam Alkitab, tetapi  banyak orang yang karena cenderung  untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri telah berusa­ha  mencari keterangan lewat pemikiran manusia, lewat mimpi, khayalan dan atau  penglihatan-peng­lihatan khusus (band 2 Tesalonika 2:1-4).
Sejak kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus sepanjang sejarah, ada saja di kalangan pemimpin kristen yang mempercayai bahwa Tuhan Yesus akan datang pada tahun-tahun tertentu seperti tahun-tahun 500, 1000, 1260, 1420, 1533 dan lainnya dianggap bahwa manusia akan memasuki akhir zaman dan Tuhan Yesus akan datang kembali. 

Berikut ini berbagai penafsiran/ramalan yang keliru mengenai kedatang Tuhan Yesus Kristus kembali,

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 1843/1844,
Tokoh Adventisme bernama William Miller dengan sangat bersemangat mengemukakan  bahwa Akhir Zaman akan datang pada tahun 1843. Kunci perhitungan Miller diperolehnya melalui kitab Daniel. Daniel 8:14 kita membaca tentang 2300 petang dan pagi, saat tempat kudus akan dipulihkan dalam keadaan wajar. Ayat ini berarti bahwa bait Allah di Yerusalem yang telah dinodai oleh orang-orang kafir akan disucikan kembali. Tetapi interpretasi Miller ialah akhir dunia akan datang sesudah 2300 tahun. Titik tolak perhitungan Miller sebagai berikut. Menurut Daniel 9:24 maka sesudah 70 x 7 masa artinya 490 tahun. Menurut Miller, yang 490 tahun itu sudah berlalu pada tahun 457 SM, ketika Ezra membangun bait Allah itu kembali, sehingga sampailah pada penghitungan Miller bahwa akhir zaman akan datang dalam tahun 1843 karena 2300 dikurangi 457 adalah 1843. Tetapi ternyata tiba pada tahun yang dimaksud, perkiraan Miller meleset dan mengakibatkan banyak pengikutnya mengalami kekecewaan. Pada akhirnya Miller sendiri tidak percaya lagi pada perhitungan-perhgitungannya dan dengan jujur nmengakui kesalahannya di depan umum. Namun ketika pada tahun itu tidak terjadi apa-apa, tahun itu direvisi menjadi tahun 1844 oleh penerusnya yakni Mrs Ellen Gould White.

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 1914.
Gerakan Saksi Yehova adalah gerakan yang sangat bersemangat dalam penginjilan. Mereka dengan berani memasuki rumah-rumah, pergi ketempat-tempat ramai untuk memberitakan ajaran mereka. Gerakan ini tak dapat diterima sebagai golongan Kristen karena mereka tidak mempercayai Tuhan Yesus yang adalah Allah yang menjadi manusia. 
Tokoh-tokoh Saksi Yehova seperti Charles Taze Russel dan Joseph Franklin Rautherford meramalkan bahwa Akhir Zaman akan terjadi pada tahun 1874. Ketika tahun itu gagal, mereka mencoba menghitung lagi dan menentukan tahun 1914. Ketika tidak tahun itu ternyata Yesus belum datang, namun dengan kefanatiknya, mereka mengklaim bahwa Yesus benar-benar datang pada tahun itu sekalipun dalam bentuk maya. Namun ada juga kelompok yang moderat yang kemudian merevisi yahun itu menjadi tahun 1918, 1920, 1925, 1941, 1972, 1975, dan 1992, dan tetap Yesus belum datang juga.
Soal hitung menghitung tahun Akhir Zaman merupakan spesialisasi gerekan Adventisme dan Saksi Yehova yang kemudian diikuti oleh gerakan Pentakosta yang tumbuh pada awal abad XX dan kemudian oleh gerakan Kharismatik yang tumbuh pada tahun 1960-an.

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 1972/1982.
Children Of God, salah satu bidat Kristen yang dilarang Pemerintah RI dengan Surat Keputusan Jaksa Agubg tanggal 12 Maret 1984, Nomor 058/JA/3/1984 dan Surat Edaran Dirjen Bimas Kristen Protestan No.: F/26/930/84, tanggal 13 Maret 1984, karena praktik peribadatan yang menyesatkan dan merusak moral, juga dengan berani meramalkan tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali.
David Brand Berg yang merobah namanya menjadi Moses David sebagai pelopor bidat Kristen tersebut meramalkan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali pada tahun 1972 bertepatan dengan adanya tanda di langit berupa kedatangan komet Kahoutek. Adanya konyungsi planet-planet (planet-planet berada dalam satu garis lurus dengan bumi) juga sempat sempat membuat banyak kalangan Kristen menganggapnya sebagai saat kedatangan Yesus kembali.  Seperti biasanya, ramalan David juga meleset. Namun ia tidak berhenti di situ, ia tetap meramal terus. Ramalan gerakan ini berlanjut yakni tahun 1982, kemudian 1993 dan yang terakhir 1999. Namun sampai saat ini Tuhan Yesus belum juga datang, Sekali lagi ramalan meleset.

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 1982.
Tahun 1982 yang lalu, dunia sempat dikejutkan dengan sebuah berita dari Filipina yang diberitakan dalam siran Dunia dalam berita TVRI tentang ramalan pemimpin sekte ‘Ako’ yang menyatakan hari kiamat akan jatuh pada tanggal 27 Maret 1982. Tetapi ramalan ini pun meleset yang mengakibatkan pemimpin sekte ini bunuh diri.

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 1988.
Pada tahun 1987, di Manado lagi-lagi dikejutkan dengan ramalan bahwa dunia akan kiamat. Sebuah persekutuan Kristen yang dipimpin oleh Pdt. Eko Pujianto meramalkan bahwa Tuhan Yesus akan datang pada tahun 1988. Ramalan ini didasarkan pada penafsiran mengenai pohon Ara bertunas dalam Matius 24:34 yang dianggap bertunasnya Israel baru dan kemufdian menafsirkan setiap angkatan berlalu dari bangsa Israel adalah 40 tahun. Bangsa Israel merdeka pada tahun 1948, ditambah satu angkatan maka jatuh pada tahun 1988. Hal yang sama dianut oleh Jeff Hammond. Sebagaimana peramal yang lain demikian pula dengan Jeff Hammond ketika ramalan tahun 1988 gagal, maka pada tahun 1996 beliau merevisinya dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan datang tahun 2000  yakni tahun 1996 ditambah 4 tahun, karena Yesus lahir tahun 4 SM. Ketika tahun itu terlewati, beliau merevisi lagi pada tahun 2030 nanti dengan anggapan bahwa Yesus mati tahun 30 M.

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 1992/1998.
Ramalan tahun kedatang Tuhan Yesus kembali yang ramai dibicarakan adalah tahun 1992 dimana banyak sekali penginjil yang mempercayainya dan mengajarkannya bahkan sampai harinya tanggal 28 Oktober 1992. Buku “Saat Pengangkatan Jemaat Sudah di Ambang Pintu” dan Penginjil Jonggi Cho termasuk yang mempopulerkan tahun ini. Perhitungan tahun ini didasarkan pada penafsiran bahwa satu angkatan adalah 50 tahun, jadi 1948 Israel merdeka ditambah 50 tahun menjadi 1998 dikurangi 7 tahun terakhir nubuatan Daniel (Dan 9:27) yakni 7 tahun Masa Sengsara sehingga menjadi tahun 1992. Ketika tahun ini berlalu dan Tuhan Yesus belum juga datang maka diambil kesimpulan baru bahwa Tuhan Yesus akan datang pada tahun 1998 berdasarkan penafsiran satu angkatan adalah 50 tahun dan merupakan tahun Yobel kemerdekaan Israel yang jatuh pada bulan Mei 1998 dimana dianggap bahwa orang Israel akan mengorbankan Lembu Merah dan Pembangunan Bait Allah. Pelopor aktif ajaran ini termasuk Pdt. Peter Tjondro. Ketika peristiwa ini tidak terjadi, PeterTjondro memberi alasan bahwa Lembu Merah tidak jadi dikorbankan karena mempunai cacat yakni ada bintik-bintik putih di pantat lembu tersebut. Tuhan Yesus tidak jadi datang.

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 2000.
Tahun 2000 menjadi tahun alternatif lain setelah tahun 1998 Yesus belum juga datang, lebig-lebih tahun ini dipopulerkan oleh penginjil besar seperti Morris Cerullo. Beliau bahkan mengatakan bahwa ia tidak membuat agenda apa-apa untuk tahun 2000. Sensasi zaman yang dimanfaatkan beliau selain soal-soal yang juga dipakai oleh penginjil-penginjil lain seperti MEE, Pohon Ara, Ancaman Komunis, Bencana Alam samapai kemelut penanggalan komputer yang dikenal dengan Y2K. Perhitungan lain adalah adanya anggapan bahwa dunia memasuki sabat ribuan tahun ketujuh yang diukur dari penciptaan tahun 4000 SM ditambah masa Kristen 2000 tahun maka Kerajaan 1000 tahun akan datang pada millenium ke III didahului kedatangan Yesus kembali (Premilleniaris).

Kedatangan Tuhan Yesus Tahun 2003.
Salah satu pengitut Morris Cerullo adalah Pdt. Mangapin Sebuea dari Baleendah Bandung Selatan yang dengan gigih merasa bahwa pada bulan Februari 1999 mendapat wahyu/suara Tuhan bahwa Yesus akan datang kembali tanggal 10 November 2003 dan kiamat akan terjadi 3,5 tahun kemudian pada tahun 2007. Sebuea mengaku sebagai Rasul Paulus II, rasul terakhir disamping Morris Cerullo. Ia menganggap pendeta-pendeta Pentakosta dan Kharismatik yang tidak menerimanya sebagi sesat bahkan terkutuk.

Kedatangan Tuhan Yesus Versi “The Bible Code”
Sekalipun belum terlewati sehingga belum menghasilkan ramalan baru, Michael Drosnin dalam bukunya berjudul “The Bible Code” (sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan Judul “Sandi Alkitab”) menyebutkan bahwa dalam Alkitab sandi-sandi yang menyebut bahwa pada tahun 2006 akan terjadi Perang Dunia ke III atau Perang Armagedon dan pada tahun 2012 akan terjadi Kiamat.

Dan terakhir ramalan dari suku maya di Amerika yang telah difilmkan (2012 We Were Warned, This Day Would Come, From The Director of The Day After Tomorrow and Independence Day) bahwa dunia akan kiamat tahun 2012 yang menjadi kontroversial.

Dari beberapa ramalan di atas kita melihat bahwa sebagian besar sudah terbukti keliru karena waktunya sudah berlalu dan Tuhan Yesus belum datang juga. Ramalan yang lain belum terbukti karena waktunya belum terlewatkan, namun sebagaimana ramalan yang sudah terbukti keliru demikian pula dengan yang lainnya. Mengapa demikian? Apabila kita mempelajari Alkitab dengan seksama maka kita akan menemukan jawabannya yang benar.
Alkitab sama sekali tidak mengajarkan dan menentukan hari tanggal dan tahun saat mana Tuhan Yesus akan datang dan tidak seorangpun yang dapat memastikannya. Kita berbuat salah apabila berani menetapkan masa dan waktunya. Waktu kedatangan Yesus Kristus adalah rahasia Tuhan semata-mata. Ketika murid-murid Yesus mempertanyakan waktu pemulihan Kerajaan Israel (Kisah 1:6), Yesus Kristus memberi jawaban tegas kepada mereka bahwa tidak perlu mengetahui masa dan waktunya yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya (Kisah Rasul 1:7). Ya, masa dan waktunya tak seorangpun yang dapat menduganya (Matius 24:36, 44).
Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Yesus Kristus akan datang, entah kapan tak seorangpun yang tahu (1 Tesalonika 5:1-2), dan Alkitab mengingatkan kita untuk senantiasa berja­ga-jaga dan sadar dan hidup dalam penantian (1 Tesalonika 5:6, Titus 2:11-13).
Peristiwa Kedatangan Yesus Kristus sesuai dengan penjelasan Alkitab akan terjadi dalam dua tahap yakni,
1.      Kedatangan Yesus Kristus di udara/angkasa,sebelum masa sengsara (Pretribulasi) adalah  sehubungan dengan Gereja (Tubuh Kristus - dalam  Dispensasi Anugerah) (Efesus 1:9, 3:9-13, 1 Korintus 15:51ff, 1 Tesalonika 4:13-18).
2.      Kedatangan Yesus Kristus kembali di bumi ini, sesudah masa sensara (Posttribulasi) atau sebe­lum masa Kerajaan Seribu Tahun (Premillenial) adalah sehubungan dengan pembentukan Kerajaan Allah di bumi sebagaimana dinyatakan oleh Yesus Kristus sendiri (Matius 24:27, 30, 44, 26:64, Markus 13:26, 14:62, Lukas 12:40, Yohanes 14:3) dan pernyataan Alkitab sebelum, pada saat dan sesudah  terangkat ke surga (Zakharia 14:4, Kisah 1:11, 2 Petrus 3:10, 1 Yohanes 2:28, Wahyu 1:7).

D.    PERBANDINGAN  KEDATANGAN YESUS  KRISTUS  DI UDARA DAN DI BUMI.

1.      Kedatangan Yesus Kristus di Udara.
a.       Maksud Kedatangan-Nya.
Maksud kedatangan-Nya di udara adalah, untuk memenuhi rencana-Nya yang indah bagi Gereja atau Tubuh Kristus, yaitu pengang­katan semua orang yang sudah menjadi anak-Nya, yakni membangkitkan semua orang percaya  yang mati dalam dispensasi Anugerah (Gereja), mengubahkannya dan mengenakan tubuh baru (1 Tesalonika 4:13-14, 1 Korintus 15:52).  Mengubah dan mengenakan tubuh baru bagi  mereka yang masih hidup (1 Korintus 15:52-53, Filipi 3:20-21),dan mengangkat semua orang percaya tersebut ke dalam surga (1 Tesalonika 4:17) setelah melalui Kursi Pengadilan Kristus dalam mana semua orang percaya mempertanggung jawabkan kehidupannya semasa di dunia ini (2 Korintus 5:10). Dan menempatkan orang-orang percaya di dalam surga sebagai tempat kediaman kekal (Efesus 2:6, Filipi 3:20). Serta memenuhi janji-Nya bagi anak-anak-Nya sebagai ahli waris dan menerima pahala (Roma 8:17, 2 Timotius 2:12,  2 Korintus 5:10, 1 Tesalonika  2:19-20, Filipi 2:16).

b.      Saat dan cara kedatangan-Nya
Waktu yang pasti kapan Yesus Kristus akan datang kembali tidak diberitahukan dalam Alkitab, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa Dia pasti akan datang. Waktu dan masanya tidak perlu seorangpun mengetahuinya (Kisah 1:6-7). Yang jelas bahwa peristiwa ini akan terjadi apabila waktu yang diberikan bagi Gereja berakhir (Roma 11:25) atau sebelum masa sengsara (Pretribulasi) (1Tesaloika 5:3-4,9, 2 Tesalonika 2:1-12). Peristiwa kedatangan-Nya ini tidak disertai dengan tanda-tanda (1 Korintus 15:52-53) melainkan secara rahasia dan sekejab mata (1 Korintus 15:51-52, 1 Tesalonika 5:1-11) dan semua orang yang percaya akan  menyong­song-Nya di udara (1 Tesalonika 4:17) yang diliputi sukacita dan penghiburan  (Titus 2:13).

2.      Kedatangan Yesus Kristus di bumi.
a.       Maksud kedatangan-Nya
Kedatangan-Nya di bumi adalah sebagai penggenapan nubuatan (Zakharia 14:4, Kisah 1:11-12, Wahyu 1:7), terutama sebagai penggenapan perjajian dengan bangsa Israel (Roma 11:26-27) dalam mana Yesus Kristus akan tinggal bersama orang percaya dan memerintah sebagai Raja dalam Kerajaan Milenial-Nya (Kerajaan Seribu Tahun) (Matius 6:10, Kisah 15:16, Yohanes 36:16-38). Sebagaimana kedatangan-Nya di udara, dalam peristiwa ini orang-orang percaya  di luar Gereja di bangkitkan dan memerintah bersama dengan Dia (Wahyu 5:10).

b.      Saat dan cara kedatangan-Nya
Sama halnya dengan peristiwa kedatangan-Nya di udara, kedatangan-Nya di bumipun tidak ada seorangpun yang dapat menentukan dan mengetahuinya (2 Petrus 3:10). Yang jelas Dia pasti akan datang sesuai dengan yang dinubuatkan dan terjadi sesudah masa sengsara (posttribulasi) dan atau sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillenial) (Zakharia 14:4, Kisah 1:11-12, Wahyu 20:1-6). Kalau kedatangan Yesus Kristus  di udara tidak disertai tanda-tanda ajaib maka sebaliknya kedatangan-Nya di bumi ini didahului dengan tanda-tanda zaman yang ajaib dan luar biasa, dan diliputi ketakutan dan penghukuman (Matius 24:27-28, 25:31-46, Wahyu 1:7). Semua mata akan memandang-Nya (Matius 24:29-31, Lukas 21:25-28, Wahyu 1:7).

E.     PENUTUP
      Peristiwa kedatangan Yesus Krisus kembali sungguh pasti akan terjadi.Dia akan datang kelak dan Alkitab mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga,sadar dan hidup dalam penantian akan kedatangan-Nya (1 Tesalonika 5:6, Titus 2:11-13). 
    Kedatangan-Nya akan terjadi dalam dua tahap yakni, tahap pertama bagi Gereja di udara/angkasa dan tahap kedua bagi Kerajaan Millenial-Nya (Kerajaan Seribu Tahun) di bumi.
    Kita, Gereja menanti kedatangan Yesus di udara/angkasa dalam mana kita akan diang­kat menyongsongnya di sana. Apakah anda juga akan terangkat menyongsong-Nya di udara nanti pada waktu Dia datang? Jawabannya ada pada anda sendiri!  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar