Senin, 20 Mei 2013

DISPENSASI PERJANJIAN (LANJUTAN)



PELAJARAN BAGI KEHIDUPAN PERCAYA 
DARI KEGAGALAN ISHAK DAN RIBKAH
Oleh, Pdt. Jerry HM Sumanti, STh.


Rasul Paulus menulis dalam Roma 15:4 bahwa segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Berdasarkan pernyataan Paulus ini maka termasuk di dalamnya adalah apa dan bagaimana yang telah terjadi dalam kehidupan Ishak menjadi bagian pelajaran dalam kehidupan percaya kita sekarang ini. Ada yang patut dicontoh untuk kita lakukan sekarang ini, dan yang lain menjadi peringatan untuk tidak dilakukan,
1.  Ishak adalah ahli waris, anak penerus perjanjian. Dalam Ibrani 11:4, ia disebut sebagai salah satu dari deretan tokoh-tokoh orang yang beriman. Beriman artinya orang yang benar-benar percaya kepada Allah yang benar, Allah yang menciptakan langit dan bumi ini. Allah yang disembah oleh Abraham, ayahnya. Allah yang kemudian datang ke dalam dunia ini dalam rupa manusia, di dalam Tuhan Yesus sebagai penggenapan janji (Ibrani 1:1-4). Allah yang dilukiskan sebagai anak domba, korban pengganti Ishak (Kejadian 22), digenapi di dalam diri Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang mengangkut dosa dunia (Yohanes 1:29; Ibrani 10:10). Belajar dari Ishak ini, Allah manakah yang saudara imani? Ingatlah bahwa hanya ada satu korban pengganti, Dialah Tuhan Yesus (Yohanes 14:6 – Yesus satu-satunya Jalan ke Surga; Kisah Rasul 4:12 – Yesus satu-satunya Juruselamat; 1 Timotius 2:5 – Yesus satu-atunya Pengantara).
2.  Sebagai seorang percaya, setia dan patuhlah kepada Tuhan, setia dalam menanti janji-janji Tuhan. Janji Tuhan adalah pasti.
3.   Sebagai orang percaya, yakin bahwa Tuhan menyertai dan melindungi kehidupan percaya di manapun kita berada dan dalam keadaan apapun.
4.   Sebagai orang percaya, hidup adil, benar dan saling mengasihi.
5.  Sebagai keluarga orang percaya, hidup dalam kerukunan kehidupan keluarga, dengan tidak membeda-bedakan kasih.
6.    Dalam pergumulan hidup, nantikanlah jawaban Tuhan karena pastilah jawaban Tuhanlah yang terbaik dari semuanya, dan jangan mendahului rencana-Nya.
7.    Damai sejahtera Tuhan menyertai kehidupan percaya yang patuh dan setia kepada-Nya.  

Bersambung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar