Kamis, 03 November 2011

DISPENSASI KEINSYAFAN (KEHIDUPAN KAIN DAN HABEL)

Jerry H M Sumanti




A. PENDAHULUAN
    Ketika manusia telah diusir dan hidup dalam penderitaan di luar Taman Eden, manusia mulai berkembang biak dan memenuhi bumi sesuai dengan peraturan yang diberikan Allah ketika masih di Taman Eden, sebelum manusia jatuh dalam dosa. Di luar Taman Eden lahirlah dua orang anak bagi Adam dan Hawa, yakni Kain dan Habel, dan selanjutnya Set kemudian Enos, dan anak-anak laki-laki dan perempuan, dan manusia terus berkembang biak sampai pada zaman Nuh, masing-masing berjalan menurut hati nurani (keinsyafan/kesadaran) sendiri (Kejadian 4 – 6).


B. Kehidupan Kain dan Habel yang berjalan menurut hati nurani 
         masing-masing
        Adam dan Hawa telah jatuh dalam dosa karena menyalahgunakan kebebasan yang Allah berikan kepada mereka. Adam dan Hawa sadar bahwa mereka telah menempuh jalan salah sehingga mereka mencoba melarikan diri dan bersembunyi di balik cawat dan pepohonan di Taman Eden. Allah menghukum mereka dan mengusir keluar Taman Eden, namun Allah tetap mengasihi mereka sehingga membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan mereka serta mencegah mereka makan buah pohon kehidupan agar mereka tidak akan hidup terus menerus dalam dosa. Allah menjanjikan seorang penyelamat yang akan menghancurkan kekuasaan setan.
       Di luar taman Eden lahirkan dua putra bagi mereka yakni Kain dan Habel. Adam dan Hawa sadar bahwa mereka telah terjerumus dan tentunya mereka tidak menghendaki hal yang sama terjadi bagi keturunan mereka, namun apa daya karena manusia telah kehilangan kemuliaan dan kekudusan Allah dan manusia dipimpin oleh hati nurani sehingga keturunan mereka tidak semulus apa yang mereka kehendaki. Ketika Kain lahir, Hawa sangat mengucap syukur dan berpikir bahwa Kain inilah yang dijanjikan Allah dalam Kejadian 3:15. Hawa berkata, “Aku telah mendapatkan seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.” Kemudian lahirlah anak kedua dan diberi nama Habel. Kedua anak ini merupakan contoh pertama di dalam Alkitab yang menunjuk bahwa di luar Taman Eden manusia berjalan menurut hati nurani masing-masing, apakah hati nurani itu ke arah kebaikan atau kejahatan.

  1. KAIN.
1.  Keberadaan KAIN.
KAIN adalah anak pertama di antara anak-anak pertama yang dilahirkan dalam Dispensasi Keinsyafan ini. Hawa mengatakan bahwa ia dilahirkan atas pertolongan Tuhan (Kejadian 4:1).
a.       Dijadikan bukan lagi dari debu tanah, tetapi dilahirkan sebagai hasil perkawinan penih-benih kehidupan yang ditaruh Allah di dalam kehidupan Adam dan Hawa (Kejadian 1:28).
b.      Dilahirkan dari benih-benih yang telah berdosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23, 5:12).
c.       Dilahirkan sebagai seorang yang berpribadi, yang mempunyai kehendak bebas untuk memilih yang baik ataupun yang jahat, tetapi hati manusia (KAIN) cenderung kepada yang jahat (1 Yohanes 3:12).
d.      Kain, profesinya sebagai seorang petani (Kejadian 4:2). Ia melaksanakan profesinya dengan baik, yakni mengolah tanah sesuai dengan perintah yang diberikan Allah kepada orang tuanya dan menumbuhkan hasil perkebunan/pertanian yang baik.
e.       Namun ia mewariskan sifat pemberontakan Adam. Ia membunuh adiknya sebagai wujud perlawanan kepada Allah. Mengapa ia membunuh? Ia membunuh karena persembahannya ditolak oleh Allah. Mengapa persembahannya ditolak oleh Allah? Allah menolak persembahannya bukan karena jenis persembahannya. Persembahan yang ia berikan kepada Allah merupakan yang terbaik dari hasil perkebunannya, namun persembahannya tidak berkenan kepada Allah karena dasar hati KAIN yang tidak benar sehingga membuat persembahanannya menjadi tidak benar pula. Hatinya tidak benar, ia tidak beriman dan tidak takut kepada Allah, buktinya ia marah, hatinya panas dan Allah sudah memperingatkannya. Namun ia tidak peduli terhadap peringatan Allah, sehingga ia membunuh adiknya dan berdusta kepada Allah (Baca kembali Kejadian 4:1 dst., dan bandingkan dengan 1 Yohanes 3:12 dan Ibrani 11:4).
f.       Kain menjadi pendiri kota Henokh (Kejadian 5:17)(Kota ini dan kota-kota lainnya sampai pada zaman Nuh, sudah musnah oleh karena air bah).
2.  Kejatuhan Kain.
Sebagaimana Adam dan Hawa, demikian juga dengan Kain mempunyai kehendak bebas untuk memilih yang baik atau yang jahat. Kejatuhan Adam dan Hawa karena cenderung memilih yang jahat, demikian juga dengan Kain.
a.       Hatinya cenderung memilih yang jahat.
b.      Ia mengumpulkan yang terbaik dari semua hasil jerih lelahnya mengolah tanah perkebunan untuk dipersembahkan kepada Allah. Namun mengapa persembahannya ditolak dan tidak berkenan kepada Tuhan? Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa persembahannya ditolak oleh Tuhan bukan karena jenis persembahannya, melainkan karena dasar hati Kain yang tidak benar di hadapan Allah. Hatinya tidak beriman, Ia cenderung kepada yang jahat (Kejadian 4:2-7, 1 Yohanes 3:12.
c.       Sebagai bukti lanjut bahwa hatinya jahat adalah ia menjadi iri hati terhadap adiknya karena persembahan adiknya diterima sedangkan ia dan persembahannya ditolak oleh Tuhan. Tindakan lanjutnya yang ia lakukan, ia membunuh adiknya yang tidak tahu menahu akan hatinya (Kejadian 4:5 dst).
d.      Setelah ia membunuh adiknya, ia berani berdusta kepada Tuhan dan tidak mau mengakui dengan sejujurnya akan apa yang telah diperbuatnya di hadapan Allah yang Mahatahu (Kejadian 4:8-10).
3.      Hukuman bagi Kain dan akibatnya bagi kita semua.
Adam dan Hawa pada saat jatuh dalam dosa dihukum oleh Tuhan diusir keluar dari Taman Eden. Demikian pula dengan Kain. Allah menghukum Kain. Ia menerima hukuman dari Tuhan sebagai ganjaran terhadap perbuatan salahnya.
    1. Kain menanggung akibat penumpahan darah orang (Habel) yang tidak bersalah (Kejadian 4:8-10, band. Matius 23:25, Lukas 11:51, 1 Yohanes 3:12).
a.Kutukan Tuhan menimpa Kain sebagaimana menimpa Adam dan Hawa.
b.) Ia terbuang dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adiknya itu dari tangannya.
c.Tanah tidak akan memberikan hasil sepenuhnya baginya.
d.Ia menjadi seorang pelarian dan pengembara.
    1. Hukuman yang berlipat ganda bagi siapa yang melakukan penumpahan darah mengikuti jejak Kain (Kejadian 4:15).
 II.    HABEL
1.      Keberadaan Habel.
HABEl adalah anak kedua (adik Kain) yang dilahirkan dalam keluarga Adam.
a.       Sebagaimana Kain, demikin pula Habel, ia dijadikan bukan lagi dari debu tanah, melainkan dilahirkan sebagai hasil perkawinan Adam dan Hawa.
b.      Dilahirkan dari benih yang telah tercemar oleh dosa.
c.       Dilahirkan sebagai seorang berpribadi yang berkehendak bebas untuk memilih mana yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan dan mana yang tidak. Berbeda dengan Kain, Habel memilih yang baik yang berkenan kepada Tuhan. Ia memilih jalan Iman, jalan yang berkenan kepada Allah.
d.      Habel profesinya sebagai peternak, penggembala kambing domba.
e.       Ia merupakan korban iri hati dan pembunuhan yang pertama di dunia ini.
f.       Ia adalah orang beriman, Berdasarkan hati yang takut kepada Allah yakni berdasarkan iman ia mempersembahkan korban persembahan kepada Allah, dan karena berdasarkan imannya itu sehingga ia dan persembahannya berkenan kepada Allah (Ibrani 11:4).
2.      Keimanan Habel.
Berbeda dengan kakaknya, Kain yang hatinya cenderung kepada yang jahat, Habel sebaliknya kepada kebaikan (1 Yohanes 3:12; Kejadian 4:4-10; Ibrani 11:40.
a.       Karena iman, Habel mempersembahan korban kepada Allah.
b.      Karena iman itulah sehingga ia dibenarkan di hadapan Allah dan persembahannya berkenan kepada Allah.
c.       Karena iman, ia masih berbicara, walaupun sudah mati.
d.      Habel disebutkan sebagai salah satu saksi iman dalam urutan saksi-saksi iman yang tercatat dalam Ibrani pasal 11.




             II. PERNYATAAN KASIH ALLAH BAGI KAIN, PERKENANAN ALLAH
                 TERHADAP HABEL DAN PEMULIHAN ALLAH BAGI SEMUA MANUSIA.
     
1.    Allah menolak persembahan Kain karena tidak berdasarkan iman dan menghukum pelanggarannya, namun dibalik penghukuman Allah tersebut, Allah memberikan perlindungan keselamatan baginya dalam pengembaraannya (Kejadian 4:15).
2.          Allah berkenan kepada Habel dan menerima persembahannya karena dilandaskan pada iman kepada Allah (Ibrani 11:4).
3.             Kain telah gagal dengan usahanya sendiri, yakni melakukan sesuatu yang tidak dilandaskan pada iman, tetapi pada keinginan hati sendiri, sehingga membawanya kepada malapetaka. Ia menyangka bahwa jalan yang ia tempuh adalah benar namun ternyata ujungnya menuju maut. Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa (Roma 14:23 b), itulah yang ditempuh Kain.
4.      Habel dan persembahannya berkenan kepada Allah, karena Habel hidup oleh iman dan melakukan semuanya itu berdasarkan iman.
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab siapa yang berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Alla ada, dan bahwa Alla memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6). Jalan inilah yang ditempuh oleh Habel. Ia berkenan kepada Allah karena ia sungguh-sungguh mencari Dia. Hal yang sama berlaku bagi kita sekarang ini, kita harus percaya kepada Allah yang benar. Allah yang benar adalah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus yang sudah berkorban sekali untuk selamanya di kayu salib untuk menebus kita dari dosa dan memberikan keselamatan sekali untuk selamanya. Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dan penebus dosa, Ia adalah satu-satunya Jalan kepada Kebenaran dan Kehidupan (Yohanes 14:6, Kisah Para rasul 4:12, 1 Timotius 2:5) (Bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar