Kamis, 27 September 2018

TUHAN PANJI KESELAMATAN






TUHAN PANJI KESELAMATAN

Oleh, Jerry H M Sumanti

Bangsa Israel telah keluar dari perbudakan di Mesir dan sedang berjalan menuju ke tanah perjanjian, tanah yang dijanjikan kepada Abraham nenek moyang mereka. Terlepas dari peerbudakan di Mesir, bukan berarti bangsa Israel dengan mulusnya berjalan melenggang menuju tanah perjanjian. Tantangan dan rintangan sebagai ujian iman harus mereka alami dalam perjalanan, karena kedegilan hati mereka. Mereka hanya bersenang dan bersukacita apabila dalam keadaan baik dan segala kebutuhan mereka terpenuhi, tetapi sungut-sungut apabila dalam kesusahan. Walaupun demikian Tuhan senantiasa memperhatikan serta melindungi kehidupan mereka dalam perjalanan, Tuhan melindungi mereka dari ancaman musuh dan bahaya-bahaya lainnya.
Setelah peristiwa di Masa dan Meriba, mereka melanjutkan perjalanan dan bertemu musuh yang menghadang dan mereka harus berperang dan melawan musuh yakni orang-orang Amalek (Keluarah 17:8-15). Menghadapi orang-orang Amalek, Musa memerintahkan Yosua untuk memilih orang-orang yang perkasa di antara orang Israel yang dapat berperang. Musa percaya bahwa Tuhan Allah menyertai dan akan memberikan kemenangan bagi mereka. Dengan tongkat Allah, Musa dengan bangsa Israel berperang melawan orang Amalek. Selama Musa mengakat tongkat Allah Allah di atas tangannya, bangsa Israel menang melawan orang Amalek, tetapi ketika tangan Musa turun maka orang Amalek menang. Untuk mengatasi supaya tangan Musa yang sudah penat tidak turun, maka diganjal baru Harun dan Hur menopang kedua tangan Musa sehingga tangan Musa tidak bergerak turun sampai matahari terbenam. Dengan demikian Musa, Yosua, Harun, Hur dan bangsa Israel menang mengalahkan orang-orang Amalek, karena Tuhan. Tuhan Panji Keselamatan (Keluaran 17:15-16).
Kemenangan bangsa Israel terhadap orang Amaelek adalah karena Tuhan diutamakan, dan atas kerjasama tim yang baik. Musa sebagai pemimpin ditopang oleh Harun dan Hur, dan Yosua sebagai pemimpin pasukan perang dan orang-orang yang dipilih untuk berperang terjun bersama berperang untuk menang. Tuhan memerintahkan Musa untuk mengabadikan peristiwa ini sebagai peringatan kepada bangsa Israel turun temurun, dituliskan dalam sebuah kitab (Keluaran 17:14). Peristiwa ini bukan hanya menjadi peringatan bagi bangsa Israel saja, tetapi juga menjadi pelajaran bagi kita sekarang ini (Roma 15:4). Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa ini adalah,
1.    Tuhan adalah Panji Keselamatan, Dialah Sumber keselamatan dan kemenangan.
2.    Kepada-Nyalah kita harus bersandar/bergantung sepenuhnya.
3.    Kemenangan dan keberhasilan bukan hanya tergantung dari pemimpin, tetapi dari semua pihak.
4.    Kerjasama yang baik sangat diperlukan dalam mencapai keberhasilan.
5.    Antara sesama orang percaya saling kebergantungan satu dengan yang lainnya.
Tuhan menyertai dan memberkati kehidupan percaya. Ia adalah Panji Keselamatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar