Jumat, 26 Februari 2016

YUSUF DAN KEBERADAAN BANGSA ISRAEL DI TANAH MESIR



Oleh, Jerry H M Sumanti, STh.

 
Kebiasan buruk terbawa-bawa dalam kehidupan keluarga Yakub. Yakub memberikan teladan kurang baik terhadap anak-anaknya. Yusuf anak yang bungsu, namun ia menjadi tumpuan kasih sayang Yakub dan akibatnya menimbulkan kecemburuan terhadap kesebelas anaknya.
Akhirnya karena iri hati Yusuf dijual kepada orang Midian, dan kemudian dibawa ke Mesir dan akhirnya ia dibawa ke istana Firaun dan menjadi pekerja (budak) istana. Kebencian saudara-saudara terhadap dirinya berpuncak dari pemberian jubah yang indah oleh sang ayah, dan pada makna cerita mimpi-mimpi Yusuf  bahwa suatu kali kelak mereka semua termasuk sang ayah akan tunduk padanya.
Tuhan melindungi Yusuf, karena sebelumnya Tuhan telah menunjukkan maksud-Nya kepadanya melalui mimpi-mimpi Yusuf. Di istana Firaun, ia difitnah istri Firaun sehingga ia harus meringkuk di dalam penjara. Tetapi kemudian ia dibebaskan karena dapat mengungkapkan misteri mimpi Firaun, tentang bencana kelaparan yang akan menimpa Mesir selama tujuh tahun lamanya nanti. Ia kemudian diangkat oleh Firaun menjadi penguasa di Mesir dan dipercayakan mengurus perbendaharaan/perbelanjaan istana Firaun.
Sesuai dengan makna mimipi Firaun, ia kemudian mengatur dan mempersiapkan perbekalan, mengumpulkan gandum dari para petani dan menyimpannya dalam lumbung-lumbung selama tujuh tahun untuk menghadapi bencana kelaparan yang akan berlangsung tujuh tahun kemudian. Ketika bencana datang, Mesir telah siap menghadapinya, bahkan menolong daerah-daerah tetangga yang mengalami hal yang sama, termasuk keluarganya di tanah Kanaan.
Pada akhirnya Yakub dan anak-anaknya pergi di Mesir dan tinggal di sana, karena Yusuf. Dengan demikian makna mimpi-mimpi Yusuf digenapi. Di Mesir mereka kemudian berkembang menjadi sangat banyaknya. Sampai akhirnya Yusuf pun kemudian mati, demikian pula dengan Firaun.
Setelah terjadi pergantian Firaun keadaanpun berubah, kemudian keluarga Yakub (yang kemudian disebut bangsa Israel) mulai mengalami kesulitan, dan selanjutnya mereka mulai diperbudak (Janji dan peringatan Tuhan kepada Abraham mulai digenapi, bahwa mereka akan diperbudak di Mesir – Kejadian 15:13). Untuk mencegah bangsa Israel semakin banyak, Firaun memerintahkan untuk membunuh setiap anak lelaki yang lahir dari keturunan mereka (Keluaran 1).
Namun rencana Tuhan tidak ada yang dapat menghalanginya. Kemudian Musa lahir, dan atas belas kasihan ibunya ia diselamatkan dari ancaman pembunuhan, ia dimasukkan dalam keranjang dan dihanyutkan di sungai Nil ke arah mana tempat pemandian putri Firaun. Kemudian ia diselamatkan putri Firaun, dibawa ke istana Firaun dan dididik dengan budaya Mesir. Ia kemudian menjadi pewaris kerajaan. Namun darah Israelnya tidak dapat dilenyapkan, selanjutnya ia melawan Firaun dan melarikan diri ke tanah Midian, menjadi penggembalanya Yitro. Di padang penggembalaan ia mendapat pelatihan di sana, ditempah sebagai persiapan memenuhi panggilan Tuhan baginya untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan (Keluaran 3 dst).
Bangsa Israel diperbudak di Mesir selama 400 tahun lamanya, sesuai dengan peringatan yang telah diberikan kepada Abraham jauh sebelumnya, dan sesudah itu Tuhan mengutus Musa untuk memimpin bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Perjanjian dengan membawa banyak harta benda. Halangan dan rintangan harus dilalui Musa menghadap Firaun untuk membebaskan bangsa Israel. Berbagai tanda mujizat dinyatakan Tuhan melalui Musa di hadapan Firaun tetapi Firaun berkeras hati membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir, bahkan penindasan semakin diperhebat. Tetapi Tuhan kemudian memperingatkan Firaun dengan Sepuluh tulah (bencana), tulah kesepuluh adalah kematian anak-anak sulung di Mesir, baik hewan maupun manusia, termasuk anaknya Firaun harus mati. kemudian memaksa ia menyuruh bangsa Israel keluar dari Mesir. Kematian anak-anak Sulung Mesir adalah keselamatan bagi bangsa Israel. Tuhan melindungi anak-anak Sulung Israel dengan darah anak domba dan sebagai tanda pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir. Peristiwa ini kemudian dikenal dan dirayakan oleh bangsa Israel sebagai Hari Raya Paskah. Bangsa Israel berangkat menuju tanah perjanjian di bawah pimpinan Musa menyeberang laut Merah karena kuasa Tuhan, tetapi ketika sedang dalam perjalanan, Firaun beubah hati sehinga mencoba menghalangi keberangkatan bangsa Israel. Akhirnya pasukan Firaun mati di laut Merah. Tuhan melindungi dan menyelamatkan bangsa Israel sampai ke seberang laut.

Pelajaran yang dapat kita petik dari kehidupan Yusuf dan bangsa Israel ini adalah bahwa,
1. Janji Tuhan adalah janji yang pasti dipenuhi/digenapi sesuai dengan
    rencana dan kehendak-Nya.
2. Tak ada sesuatupun yang dapat merintanginya rencana Tuhan,
    semuanya akan terwujud sesuatu dengan rencana dan kehendak-Nya.
3. Yusuf walaupun menghadapi tantangan dan rintangan, tetapi
    kehidupannya untuk menjadi berkat bagi banyak orang telah ada dalam
    rencana Tuhan. Ia menjadi alat Tuhan untuk menyelamatkan banyak
    orang dari bencana kelaparan, dan menolong saudara-saudanya.
4. Yusuf tidak menaruh dendam terhadap siapapun walaupun kehidupan-
    nya dilecehkan, tetapi sebaliknya sesuai dengan rencana dan kehendak
    Tuhan ia menolong kelangsungan kehidupan saudara-saudaranya.
5. Musa dipersiapkan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari
    perbudakan, dipersiapkan sejak masih dalam kandungan sehingga ia
    terluput dari pembantaian anak-anak lelaki sulung.
6. Tuhan melindungi umat-Nya dari segala macam tantangan, rintangan
    dan bencana, dan menolong, mencukupi kebutuhan kehidupan umat-
    Nya.
7. Tuhan memberkati dan memberikan kemenangan bagi orang-orang yang 
    mau berlindung dan bergantung kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar