Senin, 17 Januari 2011

KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA

Jerry H. M. Sumanti
 
 
 Semua manusia pada hakekatnya mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa sehingga sama sekali tidak dapat berbuat sesuatu apapun yang dapat menyenangkan Allah. (Roma 8:7-8; Efesus 2:1-3)

  

A.  PENDAHULUAN
Alkitab mengajarkan bahwa, semua manusia pada hakekatnya mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa sehingga sama sekali tidak dapt menyenangkan Allah (Roma 8:7-8, Efesus 2:1-2).
Awal mulanya terjadi kematian dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa ini adalah ketika manusia pertama Adam dan Hawa melanggar peraturan/hukum Allah. Manusia jatuh dalam dosa. Kejatuhan manusia pertama mengakibatkan perubahan yang sangat drastis dalam kehidupan mereka dan manusia pada umumnya. Kemuliaan Allah dalam diri manusia sirna seketika. Ya, manusia jatuh total dan karenanya manusia tak berdaya untuk menyelamatkan diri sendiri serta sama sekali tidak dapat berbuat sesuatu apapun yang dapat menyenangkan Allah.

B.  PENYEBAB KEJATUHAN MANUSIA KE DALAM DOSA
Ada empat oknum yang terlibat, yang menjadi penyebab kejatuhan manusia dalam dosa,

1.   Lucifer
Dalam Alkitab (Yesaya 14:12) terjemahan bahasa Inggeris (KJV) kita temukan nama ini, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “Bintang Timur, Putra Fajar”. Dialah yang menjadi penyebab utama kejatuhan manusia ke dalam dosa. Lucifer pada mulanya adalah malaekat suci, malaekat mulia yang diciptakan oleh Allah. Namun akhirnya ia terbuang oleh karena pemberontakannya kepada Allah. Yang membuat ia terbuang adalah karena ingin menjadi sama derajat dengan Allah (Yesaya 14:12-14; Yeheskiel 28:11-19). Ia menjadi Setan, yang artinya adalah musuh Allah dan manusia (Efesus 6:11-12), atau Iblis yang artinya adalah pendusta/bapa segala dusta (Yohanes 8:44).

2.   Ular
Oknum kedua menyebab kejatuhan manusia ke dalam dosa adalah ular. Ular adalah ular bukan Setan, tetapi dalam beberapa kasus di Alkitab ular menjadi lambang atau simbol Setan. Dalam Kejadian 3:1-5, ular disebut sebagai binatang yang paling cerdik dari semua binatang yang diciptakan Allah. Karena kecerdikannya ini maka ia diperalat oleh Setan. Ia menjadi pengantara Setan yang licik untuk merusak kehidupan manusia yang suci.

3.   Hawa
Hawa adalah manusia kedua yang diciptakan Allah. Ia diciptakan dari sebuah tulang rusuk Adam. Diciptakan untuk menjadi penolong dan pendamping Adam untuk mengolah, menguasai dan menaklukkan serta memenuhi bumi ini (Kejadian 2:21-25; 1:26-28; 2:18). Dalam Kejadian 3:6, ia terpedaya dan terpikat oleh janji muluk Lucifer yang mengumpat dan memutar balikkan Firman Allah. Ia termakan oleh tipu rayuan gombal Setan dengan perantaraan Ular (2 Korintus 11:3; 1 Timotius 2:14).

4.   Adam
Adam, masunia pertama yang diciptakan Allah menurut gambar dan rupa-Nya. Kepadanya pada mulanya Allah memberikan perintah dan peraturan yang sangat tegas, tetapi apa yang terjadi? Tanpa bantahan dan penolakan, ia menerima dan menikmati buah yang dilarang oleh Allah untuk dimakan (Kejadian 3:6,17; 2:16-17; Roma 5:12, 15, 17).

C.  AKIBAT KEJATUHAN MANUSIA KE DALAM DOSA
 Akibat manusia mengikuti jejak Lucifer, melanggar perintah Allah, memakan buah yang dilarang oleh Allah maka manusia jatuh dalam dosa dan membuat seluruh umat manusia keturunan mereka sampai sekarang berdosa (Roma 3:10-12, 23; Roma 5:12), dunia dengan segala isinya menjadi terkutuk (Kejadian 3:1 dst).

1.   Hubungan manusia dengan Allah terputus (Kejadian 3:8-9).
Hubungan manusia dengan Allah yang terputus ini, mengakibatkan manusia menjadi seteru Allah (Roma 5:10). Manusia menjadi terpisah dari dan dengan Allah (Yesaya 59:2). Manusia menjadi takut bertemu dengan Allah (Kejadian 3:8-9).

2.   Kehidupan manusia di bumi terkutuk.
Ketika manusia jatuh dalam dosa, bukan saja hubungan manusia dengan Allah terputus, melainkan juga kehidupan manusia di dunia ini menjadi terkutuk, baik manusia pertama Adam dan Hawa, juga manusia keturunan mereka sampai pada kita sekarang ini. Baik jasmani maupun rohani kehidupan manusia menjadi menderita.
Dari segi jasmani, manusia khususnya kaum wanita mengalami sakit bersalin (Kejadian 3:16; 2 Raja-raja 2:19, 21). Manusia harus bersusah payah bekerja mencari nafkah untuk menopang kehidupannya (Kejadian 3:17-19) dan mengalami berbagai penderitaan jasmani (Keluaran 9:3, 9:10, 15:24, 16:3; 2 Raja-raja 4:38, 5:27; Mazmur 107:17-18; Matius 10:8; Roma 8:17-18). Hidup manusia menjadi rapuh dan sementara (Kejadian 5, 6:3; Mazmur 90:9-10) dan pada akhirnya mati (Kejadian 3:19; Ibrani 9:27).
Dari segi rohani, manusia dihantui perasaan takut (Kejadian 3:10) dan saling menuduh serta mempersalahkan (Kejadian 3:12-13), merasa malu dan rendah diri (1 Samuel 18:8-14), mengalami kegelisahan dan kecemasan (Mazmur 55:3-6, 107:6, 13, 19, 28). Juga mengalami keletih lesuan baik jasmani maupun rohani (Mazmur 107:5; Matius 11:28). Dalam kehidupan manusia terjadi pertentangan batin (Galatia 5:17; Roma 7:15-23).
Dari segi lingkungan sosial, terjadi permusuhan antara manusia dengan sesama dan dengan makhluk hidup lainnya (Kejadian 3:14-15; 2 Raja-raja 2:24). Tanah menumbuhkan semak belukar dan rumput duri sehingga manusia harus berusaha mengolahnya untuk dapat memberi hasil (Kejadian 3:18).

3.   Manusia berada di bawah ancaman hukuman kekal.
Kejatuhan manusia dalam dosa membuat hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara sesama manusia serta dengan mahluk yang lain dan juga dengan alam ini menjadi tidak harmonis dan tidak bersahabat. Dan juga terlebih dari semuanya itu, hidup manusia berada di bawah ancaman hukuman kekal. Hukuman yang kekal merupakan keterpisahan untuk selama-lamanya dengan Tuhan. Hal ini akan dialami oleh manusia yang tidak mau berbalik ke jalan Tuhan. Pada akhir dunia ini, mereka yang tidak percaya dan menerima Tuhan Yesus akan mengalami penghukuman ini (Amsal 14:12; 16:25; Matius 24:13; Yohanes 3:36; Roma 6:23a; Wahyu 20:14-15).

D.  WAKTU DAN JALAN KELUAR DARI KEJATUHAN DALAM DOSA
Manusia telah jatuh dalam dosa dan berada dalam ancaman keterpisahan selamanya dengan Tuhan, tetapi Tuhan tidak menghendaki demikian. Tuhan menghukum manusia yang berdosa, tetapi Dia juga mengasihi manusia dan menghendaki manusia untuk kembali dan diselamatkan.
Bukti kasih Allah nyata ketika Dia datang dan mencari Adam dan Hawa dan mengorbankan binatang dan membuatkan pakaian dari kulit binatang tersebut untuk menutupi ketelanjangan manusia (Kejadian 3:21). Apabila mereka tidak menerima pakaian rancangan Allah pastilah mereka akan tetap telanjang dan malu. Allah mencegah mereka makan buah pohon kehidupan agar mereka tidak akan terus menerus hidup dalam dosa (Kejadian 3:24). Dan bagi semua manusia, Allah menjanjikan seorang penyelamat (Kejadian 3:15 disamping berbicara akan hukuman perseteruan antara manusia dengan ular dan makhluk hidup yang lain, di dalamnya tersirat nubuatan seorang penyelamat yang akan menghukum Iblis).
Allah mengasihi manusia sehingga berbagai cara dilakukan-Nya untuk menyelamatkan manusia (Ibrani 1:1-3). Pada zaman Nuh Allah memilih Nuh orang yang benar di hadapan-Nya menjadi  pemberita kebenaran dan membuat bahtera untuk menyelamatkan manusia dari hukuman (Kejadian pasal 6-8). Siapa yang percaya pasti diselamatkan dan yang tidak percaya pasti dihukum. Pada zaman kekacauan sesudah peristiwa menara Babel, Allah memilih Abraham untuk menjadi saluran berkat keselamatan bagi semua bangsa yang diteruskan pada Ishak, Yakub (Kejadian 12 dst), kemudian kepada bangsa Israel Allah menyampaikan hukum-hukum dan peraturan peribadatan sebagai penuntun sampai Allah (Oknum ke dua Allah Tritunggal) datang sendiri dalam rupa manusia Yesus Kristus menjadi hamba dan taat sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan bangkit memberi kemenangan (1 Korintus 15:1 dst; Galatia 3; Filipi 2:1 dst). Ia kembali ke surga dan berjanji akan datang kembali untuk mengangkat yang percaya  ke surga (1 Tesalonika 1:1 dst) dan kemudian Ia akan datang memerintah sebagai Raja dalam kerajaan Milenial-Nya sampai pada akhirnya Iblis dan para pengikutnya dihukum kekal di dalam lautan api (Wahyu 20). Siapa yang percaya pasti diselamatkan dan yang tidak percaya pasti dihukum.
Allah sudah menyatakan kasih-Nya yang begitu besar dan melimpah. Kepada manusia diberikan kesempatan untuk menerima kasih itu, berbalik dan bertobat karena Allah tidak menghendaki seorangpun binasa (2 Petrus 3:9). Ini merupakan satu-satunya syarat apabila manusia mau bangkit dari kejatuhan yakni, percaya terhadap kerja kuasa Allah dalam Yesus Kristus, menerima-Nya menjadi Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.

E.  HASILNYA.
Ketika manusia percaya dan menerima cara kerja kuasa Allah dari zaman ke zaman sampai cara terakhir dinyatakan Allah melalui pengorbanan Kristus Yesus di kayu salib untuk menebus dan membebaskan manusia dari dosa, maka manusia diselamatkan. Alkitab dengan tegas dan jelas mengajarkan bahwa ketika seorang itu percaya maka ia diselamatkan sekali untuk selamanya. Hubungan manusia dengan Allah dipulihkan/manusia didamaikan dengan Allah (Roma 3:25; 2 Korintus 5:18; Kolose 1:22), demikian pula antara sesama (Efesus 2:13-17) dan manusia terlepas dari hukuman kekal. 
Beberapa kata dan pengertian digunakan dalam Alkitab untuk melukiskan akan keselamatan yang kekal itu a.l., Ditebus dan diampuni dosanya (Yesaya 1:18, 1 Korintus 15:3, 1 Timotius 2:6, Ibrani 2:9-10, 1 Petrus 1:18, 1 Yohanes 1:9); dibangkitkan dari kematian rohani (Efesus 2:1-5); berpindah dari mati ke dalam hidup (Yohanes 5:24); dibenarkan di hadapan Allah (Roma 5:1); dimerdekakan dari perhambaan dosa (Roma 6:18, 8:1-2); dikuduskan sekali untuk selamanya (Ibrani 10:10-14); menjadi anak-anak Allah, ahli waris dan warga Kerajaan Allah (Yohanes 1:12, Roma 8:16-17, Efesus 1:13-14, Filipi 3:20). Dalam  kehidupan praktis orang percaya, ia menjadikan ciptaan baru yang terus menerus dibaharui (2 Korintus 5:17, Kolose 3:10), beroleh damai, berkat dan sukacita rohani dari atas (Yohanes 10:9-10, Efesus 1:3).

F.   PENUTUP
Pada saat manusia pertama Adam dan Hawa terpedaya oleh Iblis yang mengumpat dan memutar balikkan Firman Allah, pada saat itu pula mereka berdosa dan semua manusia menjadi berdosa dan tidak ada seorangpun yang benar, mencari Allah dan berbuat baik (Roma 3:10-12). Namun dalam ketidak berdayaan manusia mencari selamat, Allah  datang dan menyatakan cara-Nya dari zaman ke zaman bagaimana manusia dapat selamat. Cara terakhir dan merupakan satu-satunya sekarang ini dalam mana manusia dapat terlepas dari belenggu dosa dan diselamatkan adalah melalui percaya dan menerima Tuhan Yesus yang sudah mati di kayu salib karena dosa manusia dan bangkit mengalahkan maut (Ibrani 1:1-3). Hanya satu hal diminta dari manusia, yaitu PERCAYA (Yohanes 1:12, 3:16; Efesus 2:8-9).
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar