Senin, 31 Januari 2011

BELAJAR ALKITAB SECARA TEPAT DAN BENAR

Jerry H M Sumanti


Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah
sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, 
yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu 
(2 Timotius 2:15).

Alkitab adalah Firman Allah yang ditulis oleh orang-orang yang dipilih-Nya, diberi wahyu dan ilham-Nya sehingga mereka mampu untuk menuliskan Firman Allah tanpa keliru. Ada kurang lebih 40 orang yang dipakai-Nya untuk menulis, dalam jangka waktu penulisan kurang lebih 1600 tahun, yang berbeda latar belakang sosial, budaya dan pendidikan, namun Alkitab yang terdiri dari 66 Kitab yakni dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu itu tidak saling berkontradiksi melainkan mempunyai kesatuan antara kitab yang satu dengan yang lainnya.

Memang kalau Alkitab itu hanya dibaca sepintas lalu saja maka akan ditemukan seolah-olah banyak bagian Alkitab yang saling berkontradiksi. Misalnya: Mengenai Kedatangan (Kelahiran) Yesus: Yohanes mencatat bahwa Yesus datang bagi semua orang (Yohanes 3:16), sedangkan Matius mencatat bahwa kedatangan Yesus hanya untuk orang Israel saja (Matius 15:24), mana yang benar? Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk menginjil, Markus menulis bahwa Yesus mengijinkan membawa tongkat, sedangkan Matius dan Lukas menulis bahwa Yesus melarangnya (Markus 6:8; Matius 10:9-10; Lukas 9:3), mana yang benar? Mengenai kematian Yudas, Matius mencatat bahwa Yudas gantung diri (Matius 27:4-5), sedang Lukas menulis bahwa Yudas mati karena terjatuh (Kisah 1:18), mana yang benar. Itu baru beberapa contoh dan masih banyak lagi yang lain. Bukankah Alkitab itu saling berkontradiksi? Benarkah demikian?

Sekali lagi bahwa apabila kita membaca Alkitab hanya sepintas lalu saja, maka kita akan menemukan dan membenarkan bahwa Alkitab itu saling berkontradiksi dan kita dapat meragukan otoritas Alkitab itu selaku Firman Allah. Oleh sebab itu kita perlu belajar, dan belajar itu adalah perintah Tuhan bagi setiap orang percaya.

Perhatikanlah ayat Alkitab yang dikutip di atas: “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15).

Marilah kita menelaah ayat Alkitab tersebut, di dalamnya kita akan dituntun:

1. Bagaimana mengetahui Alkitab secara tepat dan benar?

Usahakanlah (dalam terjemahan Alkitab bahasa Inggeris King James Version, kata ini diterjemahkan Study, yang artinya adalah Belajar. Jadi belajar adalah perintah Tuhan.

2. Untuk apa belajar?

Supaya engkau layak di hadapan Allah dan menjadi seorang pekerja yang tidak usah malu. Jadi kita belajar supaya kita berlayak di hadapan Tuhan, dan di hadapan sesama kita tidak dipermalukan. Apa yang kita imani dan percayai dapat kita pertanggungjawabkan (1 Petrus 3:15-16).

3. Bagaimana belajar?

Perhatikan kalimat terakhir dari ayat tersebut di atas, “yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” Kalimat ini dalam terjemahan bahasa Inggeris KJV adalah Rightly Deviding The Word Of Truth diterjemahkan secara bebas sebagai Membagi Firman Kebenaran itu dengan tepat. Membagi di sini, bukan berarti bahwa kitalah yang membagi-bagi Alkitab itu. Tidak sama sekali, melainkan Allah sendirilah yang telah memberikan Alkitab itu kepada kita sesuai dengan pengaturan/pembagian dari Allah sendiri. Allah sendirilah yang telah membagi Alkitab itu secara tepat dan benar dan kita menjalankan/memberitakan dengan berterus terang akan perkataan kebenaran itu dengan tepat.

Jadi untuk mengetahui Alkitab secara tepat dan benar maka kita mesti mempelajarinya. Kita belajar agar berkenan kepada Allah dan menjadi pekerja yang tidak perlu malu yang dapat mempertanggungjawabkan secara tepat dan benar apa yang kita percayai. Berikut ini terlampir bagan Panorama Alkitab. Bagan tersebut menggambarkan secara ringkas isi Alkitab secara keseluruhan dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, yakni tentang rencana dan program Allah bagi kehidupan manusia dari zaman ke zaman sampai pada kekekalan. Bagan ini akan kita pelajari secara berkesinambungan dalam pertemuan-pertemuan berikut. Mari kita belajar terus. 


Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, 
biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
(Roma 12:11).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar