KARUNIA PELAYANAN
Karunia-karunia pelayanan dalam Tubuh Kristusadalah Rasul-rasul, Nabi-nabi, Pemberita-pemberita Injil, Gembala-gembala dan Guru-guru. Karunia Rasul dan Nabi serta tanda-tanda dan mujizat yang menyertai mereka berakhir setelah ilham penulisan Alkitab secara lengkap berakhir (Efesus 4:11-12; 1 Korintus 13:8-12; Wahyu 22:18-19).
KARUNIA PELAYANAN
Oleh Jerry H. M. Sumanti, S.Th.
Karunia-karunia pelayanan dalam Tubuh Kristus adalah Rasul-rasul, Nabi-nabi, Pemberita-pemberita Injil, Gembala-gembala dan Guru-guru. Karunia Rasul dan Nabi serta tanda-tanda dan mujizat yang menyertai mereka berakhir setelah ilham penulisan Alkitab secara lengkap berakhir (Efesus 4:11-12; 1 Korintus 13:8-12; Wahyu 22:18-19).
A. Arti karunia-karunia Roh
B. Jumlah karunia-karunia Roh
1. Roma 12:6-8:
a) Bernubuat; b) Melayani; c) Mengajar; d) Menasehati; e) Membagi-bagikan sesuatu; f) Memimpin; g) Kemurahan.
Karunia-karunia ini merupakan karunia tugas pekerjaan pelayanan
2. I Korintus 12:4-7:
a) Berkata-kata dengan hikmat; b) Berkata-kata dengan pengetahuan; c) iman; d) Menyembuhkan; e) Mujizat; f) Membedakan bermacam-macam roh; g) Berkata-kata dalam bahasa roh; h) Menafsirkan bahasa roh.
Karunia-karunia ini sama dengan karunia-karunia tersebut di atas.
3. Efesus 4:11:
a) Nabi; b) Rasul; c) Penginjil; d) Gembala; e) Guru.
Karunia-karunia ini merupakan karunia Jabatan yang berkaitan dengan karunia-karunia tugas pekerjaan pelayanan tersebut di atas.
Dari jumlah karunia tersebut di atas paling tidak setiap orang percaya memiliki sedikitnya salah satu dari karunia-karunia tersebut (1 Petrus 4:10), tetapi tidak seorangpun yang memiliki semua karunia tersebut dalam dirinya (1 Korintus 12:29-30). Bahkan seiring dengan lengkapnya pewahyuan Alkitab, dan berakhirnya masa transisi dari periode program kerajaan ke periode program rahasia/anugerah maka beberapa karunia tersebut di atas baik karunia jabatan maupun dalam kaitan dengan tugas pekerjaan pelayanan, telah berakhir.
C. Cara mengetahui karunia-karunia yang ada pada seseorang
- Menyerahkan diri untuk dipakai Tuhan (Roma 12:1-2; Efesus 4:1; 1 Korintus 6:14, 10:31; 1 Petrus 4:1)
- Berdoa agar Tuhan sumber karunia-karunia membimbing kita mengetahui dan mengerti karunia yang diberikannya.
- Mempelajari apa yang diajarkan tentang karunia-karunia rohani di dalam Alkitab.
D. Tujuan Pemberian Karunia-karunia Roh
1. Untuk Kemuliaan Allah (Wahyu 4:11)
2. Sebagai penggenapan nubuat dan janji Allah kepada bangsa Israel (Yoel 2:28-32, Kisah 2:1-16)
3. Untuk kelengkapan pewahyuan dan penulisan Alkitab Firman Allah.
4. Untuk memperlengkapi orang-orang percaya dalam pelayanan dan pembangunan Tubuh Kristus (Efesus 4:11 - 16).
E. Sifat Karunia-karunia Roh
Dari jumlah karunia-karunia Roh yang telah disebutkan di atas ada beberapa yang bersifat sementara dan telah berakhir seiring dengan lengkapnya pewahyuan Alkitan (1 Korintus 13:9-12). Karunia-karunia yang sudah berakhir misalnya: Karunia Jabatan Nabi dan Rasul; Karunia berbahasa dan menafsirkan bahasa Roh (lidah); Karunia mengadakan mujizat-mujizat/menyembukan orang sakit. Mengapa itu bersifat sementara dan telah berakhir? Alkitab menjelasakan bahwa,
1. Karunia-karunia itu hanyalah bersifat sementara, akan berhenti dan lenyap. Itu tidaklah sempurna/lengkap, dan tanda sebagai kanak-kanak.
2. Karunia-karunia tersebut berkaitan dengan penggenapan nubuat dan janji Allah kepada bangsa Israel (Yoel 2:28-32, Kisah 2:1-16)
3. Beberapa karunia tersebut merupakan bagian pendahuluan daripada datangnya masa sengsara besar sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua bagi kerajaan-Nya (Kisah 2:17-21).
4. Sebagai suatu tanda bagi bangsa Israel karena mereka memerlukan tanda (I Korintus 1:22, 14:20-22)
5. Berada pada masa transisi antara penawaran Kerajaan dan menuju masa Anugerah/gereja (Kisah 2; 1 Korintus 2:16)
6. Setelah ilham dan wahyu Alkitab lengkap maka semuanya itu berakhir
7. Bukti berakhir, sebagai contoh, dalam 1 Timotius 5:23 Paulus menyuruh Timotius meminum anggur (obat) untuk mengobati pencernaannya yang terganggu. 2 Timotius 4:20 Paulus meninggalkan Erastus di Korintus dan Trofinus di Miletus dalam keadaan sakit.
F. Penutup
Karunia-karunia diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya untuk digunakan bagi kemuliaan Tuhan dan untuk saling membangun. Sehubungan dengan tujuan pemberian karunia-karunia tersebut, ketahuilah karunia apa yang diberikan Tuhan kepada saudara dan gunakanlah itu sesuai dengan tujuan dan kehendak-Nya.
Beberapa karunia sudah berakhir, seperti karunia Nabi dan Rasul karena pengilhaman dan penukisan Alkitab sudah lengkap. Demikian pula dengan karunia-karunia tanda dan mujizat yang menyertai mereka berakhir. Karunia mengadakan mujizat (menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan sebagainya) yang diaberikan Allah kepada orang-orang tertentu itu berakhir, bukan berarti mujizat tidak ada lagi. Mujizat tetap berlangsung terus, karena itu langsung dari Allah. Allah sebagaimana diajarkan Alkitab, tetap mengadakan mujizat dalam sepanjang zaman.
